SDA: Tunggu kerja KPK
Kamis, 16 Agustus 2012 - 14:28 WIB
SDA: Tunggu kerja KPK
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) terus memantau perkembangan korupsi pengadaan Alquran yang sudah ditangani Komisi Pemberantasaan Korupsi (KPK). Namun sebagai orang nomor satu di Kementerian Agama ini, masih menunggu kelanjutan kasus yang menerpa institusinya itu.
Menurut SDA, saat ini kasus korupsi itu sedang ditangani KPK. "Kita tunggu saja hasil KPK nanti, itu akan lebih akurat," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden SBY di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Untuk meningkatkan kinerja internal kementerian yang dipimpinnya, lanjut SDA, pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap pegawainya.
"KPK sudah lebih tahu, kalau pemeriksaan internal itu untuk kebutuhan internal untuk peningkatan displin internal," kata Ketua Umum PPP ini.
Mengenai hubungan dengn sejumlah bawahannya, SDA mengaku biasa-biasa saja. "Tanya sama Pak Nazaruddin, saya enggak tahu dia akur sama saya, biasa-biasa aja. Ini karena spekulasi di luar saja," pungkasnya.
Sejak kasus dugaan korupsi Alquran mencuat kepermukaan ketua umum PPP ini dikabarkan tidak akur dengan Wakil Menterinya Nazaruddin Umar. Karena pada saat akan diperiksa KPK, Nazaruddin sempat berujar kalau seharusnya Menag adalah orang yang paling bertanggung jawab.
Belakangan Nazaruddin menggelar jumpa pers untuk membantah telah membuat pernyataan tersebut.
Menurut SDA, saat ini kasus korupsi itu sedang ditangani KPK. "Kita tunggu saja hasil KPK nanti, itu akan lebih akurat," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden SBY di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Untuk meningkatkan kinerja internal kementerian yang dipimpinnya, lanjut SDA, pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap pegawainya.
"KPK sudah lebih tahu, kalau pemeriksaan internal itu untuk kebutuhan internal untuk peningkatan displin internal," kata Ketua Umum PPP ini.
Mengenai hubungan dengn sejumlah bawahannya, SDA mengaku biasa-biasa saja. "Tanya sama Pak Nazaruddin, saya enggak tahu dia akur sama saya, biasa-biasa aja. Ini karena spekulasi di luar saja," pungkasnya.
Sejak kasus dugaan korupsi Alquran mencuat kepermukaan ketua umum PPP ini dikabarkan tidak akur dengan Wakil Menterinya Nazaruddin Umar. Karena pada saat akan diperiksa KPK, Nazaruddin sempat berujar kalau seharusnya Menag adalah orang yang paling bertanggung jawab.
Belakangan Nazaruddin menggelar jumpa pers untuk membantah telah membuat pernyataan tersebut.
(ysw)