4 jurus SBY lakukan pembangunan
Kamis, 16 Agustus 2012 - 12:50 WIB
4 jurus SBY lakukan pembangunan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim, pemerintah telah banyak melakukan perubahan dan kemajuan bagi negeri ini. Namun dia tidak membantah dan mengakui jika pembangunan di Indonesia masih belum merata di sejumlah daerah.
"Kerangka dasar pembangunan dan program-program pro rakyat yang saya canangkan sejak awal, tetap didasarkan kepada empat pilar utama: pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment," ujar Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Kerangka dasar itu, sambung SBY, merupakan pemerataan hasil pembangunan untuk mempercepat pencapaian keadilan sosial dan pengurangan kemiskinan, tetap menjadi prioritas utama.
"Kita telah banyak melakukan perubahan dan kemajuan untuk negeri ini. Negara kita diperhitungkan sebagai negara yang memiliki sinar terang di masa depan. Walaupun banyak kemajuan bersama yang telah kita raih, tentu kita tidak dapat menutup mata terhadap persoalan dan tantangan yang masih kita hadapi," terangnya.
Tantangan Indonesia sekarang dan ke depan adalah, bagaimana bangsa ini dapat senantiasa beradaptasi dengan perubahan zaman. Bagaimana infrastruktur harus diperluas?
"Iklim investasi dan kepastian hukum harus kita pastikan agar tidak menjadi kendala. Kita juga masih harus menurunkan kemiskinan dan pengangguran. Pemerataan pembangunan perlu terus kita lakukan. Itulah tantangan yang kita hadapi ke depan," ungkapnya.
"Kerangka dasar pembangunan dan program-program pro rakyat yang saya canangkan sejak awal, tetap didasarkan kepada empat pilar utama: pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment," ujar Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Kerangka dasar itu, sambung SBY, merupakan pemerataan hasil pembangunan untuk mempercepat pencapaian keadilan sosial dan pengurangan kemiskinan, tetap menjadi prioritas utama.
"Kita telah banyak melakukan perubahan dan kemajuan untuk negeri ini. Negara kita diperhitungkan sebagai negara yang memiliki sinar terang di masa depan. Walaupun banyak kemajuan bersama yang telah kita raih, tentu kita tidak dapat menutup mata terhadap persoalan dan tantangan yang masih kita hadapi," terangnya.
Tantangan Indonesia sekarang dan ke depan adalah, bagaimana bangsa ini dapat senantiasa beradaptasi dengan perubahan zaman. Bagaimana infrastruktur harus diperluas?
"Iklim investasi dan kepastian hukum harus kita pastikan agar tidak menjadi kendala. Kita juga masih harus menurunkan kemiskinan dan pengangguran. Pemerataan pembangunan perlu terus kita lakukan. Itulah tantangan yang kita hadapi ke depan," ungkapnya.
(san)