Baju kejujuran unik, sakunya menghadap ke bawah
Kamis, 16 Agustus 2012 - 01:13 WIB
Baju kejujuran unik, sakunya menghadap ke bawah
A
A
A
Sindonews.com - Jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih dulu mengenalkan kantin kejujuran, Partai Demokrat Bali memperkenalkan baju kejujuran. Baju yang didesain oleh Ketua DPD Partai Demokra Bali Made Mudarta ini memiliki sepasang saku yang menghadap ke bawah.
Setelah banyak digoyang kasus korupsi yang mendera kader-kadernya, Partai Demokrat Bali berinisiatif melakukan perlawanan kultural dengan gerakan anti korups lewat baju kejujuran.
Baju antikorupsi yang didesain Ketua DPD partai Demokrat Bali, Made Mudarta itu dicetak 17 buah dan telah dikirimkan simbolis ke DPP Partai Demokrat dan DPD Partai Demokrat Bali.
"Baju ini kami serahkan kepada pada petugas partai di eksekutif dan legislatif agar mereka senantiasa ingat dengan perjuangan memberantas korupsi dan menerapkan prinsip kejujuran," kata Mudarta di Denpasar, Kamis (16/8/2012).
Edisi perdana dicetak 17 buah karena dikaitkan dengan hari Proklamasi 17 Agustus. Kedepan akan lebih banyak dicetak untuk disebar ke masyarakat dan pejabat.
Menariknya, dalam disain baju yang merupakan kombinasi tiga warna yakni putih, merah dan hitam itu ada dua pasang saku terbalik. Jika umumnya saku baju terbuka pada bagian atas namun baju kejujuran ini sebaliknya, terbuka di bawah.
Itu mengandung pesan, bahwa kader Demokrat yang duduk di legislatif dan eksekutif agar tidak melakukan tindak korupsi atau tidak menerima suap. Sebaliknya, kader harus selalu melihat ke bawah, banyak memberi melayani kepada masyarakat di bawah.
Sedangkan warna putih melambangkan kejujuran dan santun, merah menandakan berani sedangkan warna hitam sebagai simbul siang dan malam yang berarti prilaku manusia tak bisa dilepaskan dari hal baik dan buruk.
Peluncuran baju pertama kali diserahkan pada Ketua Fraksi DPRD Bali Nengah Tamba dan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Putu Swasta. Diharapkan, nantinya baju unik tersebut akan sampai juga ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah banyak digoyang kasus korupsi yang mendera kader-kadernya, Partai Demokrat Bali berinisiatif melakukan perlawanan kultural dengan gerakan anti korups lewat baju kejujuran.
Baju antikorupsi yang didesain Ketua DPD partai Demokrat Bali, Made Mudarta itu dicetak 17 buah dan telah dikirimkan simbolis ke DPP Partai Demokrat dan DPD Partai Demokrat Bali.
"Baju ini kami serahkan kepada pada petugas partai di eksekutif dan legislatif agar mereka senantiasa ingat dengan perjuangan memberantas korupsi dan menerapkan prinsip kejujuran," kata Mudarta di Denpasar, Kamis (16/8/2012).
Edisi perdana dicetak 17 buah karena dikaitkan dengan hari Proklamasi 17 Agustus. Kedepan akan lebih banyak dicetak untuk disebar ke masyarakat dan pejabat.
Menariknya, dalam disain baju yang merupakan kombinasi tiga warna yakni putih, merah dan hitam itu ada dua pasang saku terbalik. Jika umumnya saku baju terbuka pada bagian atas namun baju kejujuran ini sebaliknya, terbuka di bawah.
Itu mengandung pesan, bahwa kader Demokrat yang duduk di legislatif dan eksekutif agar tidak melakukan tindak korupsi atau tidak menerima suap. Sebaliknya, kader harus selalu melihat ke bawah, banyak memberi melayani kepada masyarakat di bawah.
Sedangkan warna putih melambangkan kejujuran dan santun, merah menandakan berani sedangkan warna hitam sebagai simbul siang dan malam yang berarti prilaku manusia tak bisa dilepaskan dari hal baik dan buruk.
Peluncuran baju pertama kali diserahkan pada Ketua Fraksi DPRD Bali Nengah Tamba dan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Putu Swasta. Diharapkan, nantinya baju unik tersebut akan sampai juga ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
(ysw)