Istana bantah anggarkan Rp7,8 M untuk HUT RI
Selasa, 14 Agustus 2012 - 19:10 WIB
Istana bantah anggarkan Rp7,8 M untuk HUT RI
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Panitia Perayaan Hari-Hari Nasional yang juga Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock VN Nahattands angkat bicara terkait anggaran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang mencapai Rp7,8 miliar. Menurutnya, angka yang diumbar terlalu dibesar-besarkan.
Lambock menjelaskan perhitungan anggaran untuk kegiatan HUT RI sudah dilakukan melalui proses yang benar.
"Waktu pengajuan anggaran tahun 2012 itu sudah dihitung semuanya. Demikian juga pelaksanaan pekerjaan itu dilaksanakan secara transparan, itu melalui lelang semuanya," katanya, usai mengikuti upacara pengukuhan Paskibraka di Istana Negara Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Ia sedikit geram bila perayaan HUT RI di Istana Negara dibanding-bandingkan dengan acara yang biasa dilakukan masyarakat.
"Tolong melihat kegiatan yang dilakukan itu pantas enggak untuk HUT Proklamasi di Istana Negara. Jadi jangan dibandingkan dengan acara di kelurahan," katanya.
Lambock juga meminta agar masyarakat ikut melakukan pengawasan agar tidak ada penyimpangan. Namun, Lambock enggan membeberkan jumlah anggaran yang digunakan untuk perayaan HUT RI ke-67 ini.
"Ini saya belum tahu. Kalau jumlah persisnya saya tidak hapal. Tapi ukurannya adalah sebuah kegiatan, bobot kegiatan, itu akan menghasilkan biaya untuk itu," ucapnya.
Sekali lagi, Lambock membantah jika ada anggaran yang dipergunakan untuk pakaian sipil lengkap (PSL) untuk para petugas. Selain itu, dia juga membantah ada biaya untuk para pejabat yang hadir dalam perayaan HUT RI nanti.
Saat dikonfirmasi siapa perusahaan pemenang tender untuk menangani segala persiapan perayaan HUT RI, Lambock mengaku tak tahu. "Saya tidak hapal. Saya bukan panitia lelang," tutupnya.
Sebagaimana diberitakan, Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) merilis anggaran HUT di Istana Negara sebesar Rp7,8 miliar.
Kordinator Investigasi Dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya membeberkan dari anggaran sebesar Rp7,8 miliar tersebut, alokasi anggaran yang paling banyak adalah untuk pengadaan souvenir di lingkungan Istana Kepresidenan sebesar Rp1,7 miliar.
Kedua, sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV dan camera shooting sebesar Rp1,1 miliar. Ketiga, sewa pemasangan dan pembongkaran tenda, plampang (flooring), kursi dan meja dalam rangka acara resepsi kenegaraan sebesar Rp829 juta.
Keempat, pekerjaan pembuatan dekorasi rangkaian bunga berikut pembongkarannya sebesar Rp818 juta. Kelima, pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat teras, pejabat eselon III dan IV, dan pegawai/petugas perbantuan sebesar Rp778 juta.
Keenam, sewa pemakaian sistem tata suara (sound system) sebesar Rp629 juta. Ketujuh, penyediaan makanan dan minuman sebesar Rp440 juta, dan pekerjaan pengadaan jamuan snack box sebesar Rp180 juta.
Kedelapan, pembuatan, pemasangan dan pembongkaran baliho sebesar Rp431 juta, dan pengadaan bendera dan umbul umbul sebesar Rp241 juta.
Kesembilan, pemasangan rak CCTV, pembuatan sketsel dan dinding partisi gudang sponsor sebesar Rp241 juta. Terakhir, pengadaan barang cetakan sebesar Rp186 juta.
Lambock menjelaskan perhitungan anggaran untuk kegiatan HUT RI sudah dilakukan melalui proses yang benar.
"Waktu pengajuan anggaran tahun 2012 itu sudah dihitung semuanya. Demikian juga pelaksanaan pekerjaan itu dilaksanakan secara transparan, itu melalui lelang semuanya," katanya, usai mengikuti upacara pengukuhan Paskibraka di Istana Negara Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Ia sedikit geram bila perayaan HUT RI di Istana Negara dibanding-bandingkan dengan acara yang biasa dilakukan masyarakat.
"Tolong melihat kegiatan yang dilakukan itu pantas enggak untuk HUT Proklamasi di Istana Negara. Jadi jangan dibandingkan dengan acara di kelurahan," katanya.
Lambock juga meminta agar masyarakat ikut melakukan pengawasan agar tidak ada penyimpangan. Namun, Lambock enggan membeberkan jumlah anggaran yang digunakan untuk perayaan HUT RI ke-67 ini.
"Ini saya belum tahu. Kalau jumlah persisnya saya tidak hapal. Tapi ukurannya adalah sebuah kegiatan, bobot kegiatan, itu akan menghasilkan biaya untuk itu," ucapnya.
Sekali lagi, Lambock membantah jika ada anggaran yang dipergunakan untuk pakaian sipil lengkap (PSL) untuk para petugas. Selain itu, dia juga membantah ada biaya untuk para pejabat yang hadir dalam perayaan HUT RI nanti.
Saat dikonfirmasi siapa perusahaan pemenang tender untuk menangani segala persiapan perayaan HUT RI, Lambock mengaku tak tahu. "Saya tidak hapal. Saya bukan panitia lelang," tutupnya.
Sebagaimana diberitakan, Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) merilis anggaran HUT di Istana Negara sebesar Rp7,8 miliar.
Kordinator Investigasi Dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya membeberkan dari anggaran sebesar Rp7,8 miliar tersebut, alokasi anggaran yang paling banyak adalah untuk pengadaan souvenir di lingkungan Istana Kepresidenan sebesar Rp1,7 miliar.
Kedua, sewa pemakaian AC standing floor, misting fan, cooling fan, CCTV dan camera shooting sebesar Rp1,1 miliar. Ketiga, sewa pemasangan dan pembongkaran tenda, plampang (flooring), kursi dan meja dalam rangka acara resepsi kenegaraan sebesar Rp829 juta.
Keempat, pekerjaan pembuatan dekorasi rangkaian bunga berikut pembongkarannya sebesar Rp818 juta. Kelima, pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) pejabat teras, pejabat eselon III dan IV, dan pegawai/petugas perbantuan sebesar Rp778 juta.
Keenam, sewa pemakaian sistem tata suara (sound system) sebesar Rp629 juta. Ketujuh, penyediaan makanan dan minuman sebesar Rp440 juta, dan pekerjaan pengadaan jamuan snack box sebesar Rp180 juta.
Kedelapan, pembuatan, pemasangan dan pembongkaran baliho sebesar Rp431 juta, dan pengadaan bendera dan umbul umbul sebesar Rp241 juta.
Kesembilan, pemasangan rak CCTV, pembuatan sketsel dan dinding partisi gudang sponsor sebesar Rp241 juta. Terakhir, pengadaan barang cetakan sebesar Rp186 juta.
(ysw)