Agus tak klarifikasi cek pelawat yang diterimanya

Kamis, 09 Agustus 2012 - 16:11 WIB
Agus tak klarifikasi...
Agus tak klarifikasi cek pelawat yang diterimanya
A A A
Sindonews.com - Agus Condro mengaku tidak pernah mengklarifikasi persoalan cek pelawat senilai Rp500 juta yang diterimanya kepada pihak Miranda Swaray Goeltom. Hal itu dikarenakan Agus tidak mengenal Miranda, dan memilih Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ketika itu adalah perintah fraksi.

"Satu tidak mengerti pada Ibu (Miranda) waktu itu. Saya masih baru waktu itu, dan tidak kenal dengan ibu. Karena itu (memilih Miranda) adalah perintah dari fraksi, ya sudah saya ikuti saja," kata Agus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Sebelumnya, Agus mengakui jika dirinya ikut menerima cek sebanyak 10 lembar senilai Rp50 juta per lembarnya, dengan total keseluruhan sebesar Rp500 juta. Cek pelawat tersebut diterima sehari setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Agus juga mengatakan, Ketua Fraksi PDIP saat itu sempat mengatakan jika masing-masing anggota akan mendapatkan Rp300 juta. Namun, kemudian diketahui jika Miranda menyanggupi kalau ada anggota yang meminta Rp500 juta.

"Bu Miranda menyanggupi Rp300 juta. Tapi kalau ada yang minta Rp500 juta pun, Ibu Miranda akan menyanggupi," ucap Agus.

Seperti diketahui, Miranda didakwa telah menyuap anggota DPR 1999-2004 terkait pemilihannya sebagai DGS BI 2004. Miranda bersama-sama Nunun Nurbaeti atau masing-masing bertindak sendiri, memberi cek perjalanan Bank Internasional Indonesia (BII) senilai Rp20,8 miliar melalui Ari Malangjudo ke anggota DPR 1999-2004, antara lain Hamka Yandhu, Dudhie Makmun Murod, dan Endin Soefihara.

Cek Perjalanan senilai Rp20,8 miliar tersebut merupakan bagian dari total 480 cek perjalanan BII senilai Rp24 miliar.

Kasus dugaan suap cek perjalanan yang terungkap sejak tahun 2008 ini berawal dari Agus Condro yang juga mantan politikus PDIP mengaku menerima sejumlah cek perjalanan yang dia duga terkait dengan pemenangan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.
(lil)
Berita Terkait
Friend Makan Friend,...
Friend Makan Friend, Diminta Siapkan Barang Rongsokan Dibayar Pakai Cek Kosong Rp1,7 Miliar
Yadi Sembako Putus Komunikasi...
Yadi Sembako Putus Komunikasi dengan Gus Anom Buntut Kasus Penipuan Cek Kosong
Digoyang Kasus, PT Darmi...
Digoyang Kasus, PT Darmi Bersaudara Kerja Keras Pulihkan Performa
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Dimulai, Mendikdasmen: Bangun Budaya Hidup Sehat
Cara Cek Keturunan Online,...
Cara Cek Keturunan Online, Temukan Silsilah Keluarga Anda
CKG 2026 Ungkap Penyakit...
CKG 2026 Ungkap Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi, Karies Gigi Jadi Masalah Terbanyak
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved