Mayoritas parpol baru dinilai meragukan
Kamis, 09 Agustus 2012 - 05:42 WIB
Mayoritas parpol baru dinilai meragukan
A
A
A
Sindonews.com - Kualitas sebagian besar parpol baru dinilai masih meragukan karena belum terlihat kerja politiknya. Beberapa parpol baru bahkan sama sekali belum menyosialisasikan diri kepada publik sehingga tidak tampak kekuatan organisasinya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, partai baru akan menghadapi jalan sulit untuk bisa lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2014 yang pendaftarannya dibuka besok.
Hal ini tidak lain karena syarat peserta pemilu maupun syarat lolos dalam kompetisi politik terasa sangat berat.
“Kalau mau dihitung-hitung, paling hanya ada satu atau dua partai baru yang tampaknya akan lolos verifikasi KPU yakni Partai NasDem dan salah satu dari Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), atau Partai Persatuan Nasional (PPN). Tiga partai baru ini bahkan masih meragukan karena sosialisasi dan gerak-gerik organisasinya belum terlihat,” ungkap Arbi kepada SINDO kemarin.
Dia menjelaskan, beberapa partai baru tersebut memang belum bisa membuktikan kekuatan organisasinya. Pembentukannya bahkan tidak benarbenar memakai badan hukum yang baru diajukan, tapi memakai badan hukum partai kecil yang sudah tidak eksis.
Artinya, cara partai baru ini untuk tampil dikancah politik nasional belum terbukti mampu memenuhi syarat verifikasi badan hukum yang semestinya dilakukan melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
“Yang kita tahu kan syarat memperoleh badan hukum itu tidak mudah juga. Padahal nanti syarat peserta pemilu jauh lebih berat dibanding syarat badan hukum tersebut. Jadi secara logika partai baru yang ada nanti memang meragukan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengungkapkan, pihaknya telah merangkul sejumlah parpol nonparlemen untuk bergabung. “Mereka akan melebur dengan Partai Demokrat,” katanya.
Menurut dia, beberapa partai yang sudah melebur menjadi sayap Partai Demokrat adalah Partai Barisan Nasional (Barnas) dan Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan).
Demokrat saat ini sedang melakukan proses komunikasi dengan sejumlah parpol lain.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengungkapkan, Demokrat juga bersiap menyambut beberapa kader baru yang akan masuk.
“Asal tahu saja, banyak kader dan tokoh-tokoh partai politik lain sudah ancang- ancang masuk Partai Demokrat. Itu riil sekali. Soal berapa banyak kadernya dan siapa- siapa saja kader baru itu nanti semua juga bakal tahu. Kami juga menerima kembali kader yang pulang setelah sempat berkiprah di parpol lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Pakar Pangan Jackson Kumaat mengungkapkan, partainya memutuskan untuk bergabung dengan Demokrat sejak 2011 lalu.
Menurut dia, dengan parliamentary threshold (PT) 2,5 persen, banyak suara yang hilang. Dengan kekuatan Pakar Pangan yang banyak memiliki suara di daerah, dia optimistis dapat mendongkrak suara Demokrat.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, partai baru akan menghadapi jalan sulit untuk bisa lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pemilu 2014 yang pendaftarannya dibuka besok.
Hal ini tidak lain karena syarat peserta pemilu maupun syarat lolos dalam kompetisi politik terasa sangat berat.
“Kalau mau dihitung-hitung, paling hanya ada satu atau dua partai baru yang tampaknya akan lolos verifikasi KPU yakni Partai NasDem dan salah satu dari Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), atau Partai Persatuan Nasional (PPN). Tiga partai baru ini bahkan masih meragukan karena sosialisasi dan gerak-gerik organisasinya belum terlihat,” ungkap Arbi kepada SINDO kemarin.
Dia menjelaskan, beberapa partai baru tersebut memang belum bisa membuktikan kekuatan organisasinya. Pembentukannya bahkan tidak benarbenar memakai badan hukum yang baru diajukan, tapi memakai badan hukum partai kecil yang sudah tidak eksis.
Artinya, cara partai baru ini untuk tampil dikancah politik nasional belum terbukti mampu memenuhi syarat verifikasi badan hukum yang semestinya dilakukan melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
“Yang kita tahu kan syarat memperoleh badan hukum itu tidak mudah juga. Padahal nanti syarat peserta pemilu jauh lebih berat dibanding syarat badan hukum tersebut. Jadi secara logika partai baru yang ada nanti memang meragukan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengungkapkan, pihaknya telah merangkul sejumlah parpol nonparlemen untuk bergabung. “Mereka akan melebur dengan Partai Demokrat,” katanya.
Menurut dia, beberapa partai yang sudah melebur menjadi sayap Partai Demokrat adalah Partai Barisan Nasional (Barnas) dan Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan).
Demokrat saat ini sedang melakukan proses komunikasi dengan sejumlah parpol lain.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengungkapkan, Demokrat juga bersiap menyambut beberapa kader baru yang akan masuk.
“Asal tahu saja, banyak kader dan tokoh-tokoh partai politik lain sudah ancang- ancang masuk Partai Demokrat. Itu riil sekali. Soal berapa banyak kadernya dan siapa- siapa saja kader baru itu nanti semua juga bakal tahu. Kami juga menerima kembali kader yang pulang setelah sempat berkiprah di parpol lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Pakar Pangan Jackson Kumaat mengungkapkan, partainya memutuskan untuk bergabung dengan Demokrat sejak 2011 lalu.
Menurut dia, dengan parliamentary threshold (PT) 2,5 persen, banyak suara yang hilang. Dengan kekuatan Pakar Pangan yang banyak memiliki suara di daerah, dia optimistis dapat mendongkrak suara Demokrat.
(lns)