Parlemen Myanmar: Konflik Rohingnya karena pemerkosaan
Senin, 06 Agustus 2012 - 15:41 WIB
Parlemen Myanmar: Konflik Rohingnya karena pemerkosaan
A
A
A
Sindonews.com - Konflik antar etnis di negara bagian Rakhine, Myanmar, antara etnis Rakhine dan Rohingya mendapat perhatian banyak negara. Bahkan Parlemen Indonesia sudah melayangkan protes keras atas tragedi tersebut.
Ketua DPR Marzuki Alie mengaku sudah melayangkan surat ke Parlemen Myanmar, bahkan surat tersebut sudah direspon dengan positif.
"Saya sudah buat surat kepada ketua parlemen, statement yang cukup keras, itu direspon positif," kata Marzuki, di Gedung DPr, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Lanjut Politikus Partai Demokrat ini, Pemerintah Myanmar membantah ada perlakuan diskriminasi terhadap Rohingnya. "Mereka menyatakan sikap tidak ada diskriminasi, tidak ada pemusnahan etnis," katanya saat mengingat surat balasan itu.
Kekerasan di Myanmar muncul pada akhir Mei. Menurut Parlemen Myanmar, berawal dari tindakan tidak senonoh dari warga muslim Rohingya terhadap warga setempat sehingga permasalahan makin meruncing ke kekerasan fisik.
"Ada seorang ibu muda penduduk daerah sana dirampok, diperkosa, dan dibunuh tiga orang muslim Rohingya, yang kemudian timbul kemarahan," kata dia.
Ketua DPR Marzuki Alie mengaku sudah melayangkan surat ke Parlemen Myanmar, bahkan surat tersebut sudah direspon dengan positif.
"Saya sudah buat surat kepada ketua parlemen, statement yang cukup keras, itu direspon positif," kata Marzuki, di Gedung DPr, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Lanjut Politikus Partai Demokrat ini, Pemerintah Myanmar membantah ada perlakuan diskriminasi terhadap Rohingnya. "Mereka menyatakan sikap tidak ada diskriminasi, tidak ada pemusnahan etnis," katanya saat mengingat surat balasan itu.
Kekerasan di Myanmar muncul pada akhir Mei. Menurut Parlemen Myanmar, berawal dari tindakan tidak senonoh dari warga muslim Rohingya terhadap warga setempat sehingga permasalahan makin meruncing ke kekerasan fisik.
"Ada seorang ibu muda penduduk daerah sana dirampok, diperkosa, dan dibunuh tiga orang muslim Rohingya, yang kemudian timbul kemarahan," kata dia.
(mhd)