JK: Golkar jangan pecah

Rabu, 01 Agustus 2012 - 09:08 WIB
JK: Golkar jangan pecah
JK: Golkar jangan pecah
A A A
Sindonews.com - Sejumlah politikus senior Partai Golkar ramai-ramai “menyentil” kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam sarasehan dan buka puasa bersama di Kantor DPP Partai Golkar.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) mengatakan, seharusnya kepengurusan pusat (DPP) Partai Golkar mampu membangun kebersamaan dengan para pengurus daerah baik DPD I (provinsi) maupun DPD II (kabupaten/kota).

“Membangun kebersamaan di tingkat I, II, dan DPP, itulah yang seharusnya dibangun Partai Golkar. Semuanya memiliki hak sama. Partai Golkar harus berjalan demokratis dalam mengambil keputusan agar bisa terus berkembang hingga bisa memenangi pemilu mendatang,” tegas JK dihadapan para elite Golkar dan ratusan kader Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Pernyataan JK itu seakan memberi sinyal agar Ical segera menyelesaikan gejolak antara DPP dan DPD II yang terjadi saat ini.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 232 pengurus DPD II Golkar siap hengkang ke partai politik lain karena mereka kecewa dengan kepemimpinan Ical yang cenderung oligarkis.

Mereka juga kecewa karena peluang menjadi calon anggota legislatif (caleg) tertutup, padahal mereka merasa sudah berjuang bersama membesarkan kembali parpol berlambang beringin tersebut.

Sejumlah pengurus daerah juga tidak nyaman dengan adanya ancaman pemecatan terhadap JK yang dikabarkan bakal menjadi capres dari partai lain.

JK melanjutkan, semua kader Golkar seharusnya diberi hak yang sama. JK memberi contoh pengambilan keputusan soal figur yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Menurut dia, DPP Partai Golkar tidak bisa memutuskan sepihak tapi harus melibatkan DPD yang bersangkutan. JK menjelaskan, DPP hanya memiliki hak suara 40 persen dal am memutuskan figur yang akan diusung dalam pilkada, se dangkan DPD I 40 persen, dan DPD II 20 persen.

“Jadi DPP tidak bisa mendikte DPD I dan DPD I tidak mendikte DPD II. Setiap keputusan harus keputusan bersama,” tandasnya.

Sesepuh lain Partai Golkar, Ginandjar Kartasasmita, menyatakan, perlu ada evaluasi menyeluruh dan terus-menerus di partai untuk mengukur kerja para pengurus dan kader dalam menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden (pilpres).

“Salah satu evaluasi bisa dengan melihat hasil survei. Selain itu, pimpinan partai tidak boleh tutup mata atas apa pun kondisi internal. Pemimpin acap kali dibutakan oleh kedudukannya sehingga lebih suka mendengar apa yang ingin dia dengar daripada mendengar apa yang harus didengar,” sindir Ginandjar.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu menambahkan, sudah saatnya Partai Golkar kembali memimpin Indonesia. Namun, Golkar juga harus realistis.

Untuk mewujudkan target ini, Golkar harus mengacu pada dua indikator. Pertama, hasil survei. Kedua, intuisi politik. Menurut dia, survei memang tak bisa selalu diandalkan.

Namun, intuisi politik yang terasah mampu menutupi hasil survei yang menyimpang. “Sudah waktunya presiden 2014 berasal dari Golkar. Syukur-syukur yang jadi presiden adalah kawan saya Pak Ical. Tapi terserah kepada par tai ini untuk mewujudkan cita-cita itu. Yang penting harus ada intuisi politik yang ter asah,” ujarnya.

Politikus senior lainnya di Golkar, Cosmas Batubara, mengingatkan pentingnya rege nerasi kader. Dia mengemukakan, dalam meng hadapi Pemilu 2014, Golkar harus tepat menempatkan orang untuk meraih simpati masyarakat. “Harus orang yang mengakar di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ical yang menanggapi berbagai kritikan ini berjanji akan terus memperkuat kondisi partai. Dia berkomitmen pada catur sukses Golkar. Ical juga mengklaim Golkar sudah memenangi 59 persen pilkada yang pernah di lak - sanakan.

“Itu indikasi Golkar masih dicintai dan ini modal besar. Yang penting ada ke sadaran dan soliditas partai harus ditingkatkan,” katanya.

Dia juga mengutip pepatah “makin tinggi pohon, makin besar anginnya”. “Banyak sekali pihak yang ingin memecah belah Golkar.

Karena itu, masukan-masukan yang disampaikan akan saya dengarkan dengan saksama. Ini kuncinya pada organisasi,” pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Polda Metro Tepis Selundupkan...
Polda Metro Tepis Selundupkan Pasal 32 UU ITE untuk Jerat Roy Suryo
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved