Penembakan Ogan Ilir diduga pelanggaran HAM berat

Selasa, 31 Juli 2012 - 06:27 WIB
Penembakan Ogan Ilir...
Penembakan Ogan Ilir diduga pelanggaran HAM berat
A A A
Sindonews.com - Anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) diduga melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam penanganan konflik agraria di perkebunan tebu, antara warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu melawan PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis, Ogan Ilir.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ridha Saleh mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi ke Ogan Ilir. Tim berangkatkan tadi pagi, berjumlah tiga orang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komnas HAM Nur Kholis.

"Ini masih dugaan pelanggaran HAM (berat). Kami sudah sampaikan hari Minggu kemarin (tentang adanya) dugaan pelanggaran HAM. Sebaiknya menunggu hasil investigasinya," ujar Ridha, saat berbincang dengan Sindonews, Senin 30 Juli 2012 malam.

Ditambahkan Ridha, tim yang diberangkatkan Komnas HAM merupakan tim yang dibuat internal Komnas HAM dan independen. Tim itu akan melakukan investigasi di lokasi sekitar perkebunan tebu dan lokasi bentrok warga hingga ke lokasi tempat jatuhnya korban jiwa. Tim juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Ya. Dipimpin Nur Kholis, tim berangkat tiga orang. Tadi pagi, di lapangan kemungkinan empat-lima hari," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok warga Desa Limbang Jaya dipicu oleh konflik agraria yang terjadi sejak lama. Warga sekitar mengklaim tanah perkebunan tebu itu milik nenek moyang mereka. Sementara pihak perusahaan mengklaim, tanah itu milik mereka dan sudah dibeli.

Tidak adanya kata sepakat antar dua kelompok itu membuat konflik kian meruncing yang berujung pada protes warga. Untuk mengamankan asetnya, pihak perusahaan memanggil anggota Brimob untuk melakukan pengamanan. Sempat terjadi adu mulut antara anggota Brimob dengan warga hingga berujung saling lempar batu.

Merasa terancam, anggota Brimob langsung menembaki warga dengan peluru tajam. Peluru itu mengenai kepala seorang bocah berusia 12 tahun Angga bin Darmawan (12), dan empat warga lainnya. Angga tewas di tempat dengan luka tembak tepat di kepala sebelah kanan.
(san)
Berita Terkait
Polisi Ungkap Provokator...
Polisi Ungkap Provokator Bentrokan Massa di Pancoran
Perjuangan 40 Tahun...
Perjuangan 40 Tahun Membebaskan Tanah Adat 5 Keturunan Bandar Dewa
Warga Terlibat Bentrok...
Warga Terlibat Bentrok Sengketa Tanah dengan Pengembang
Bentrok soal Tanah Jalan...
Bentrok soal Tanah Jalan Platina 4 Medan, Risma: Kami Diserang Terlebih Dahulu
Pasukan Brimob Bentrok...
Pasukan Brimob Bentrok dengan Ibu-ibu Adat Tolak Waduk Lambo
Jerit Tangis Ibu-ibu...
Jerit Tangis Ibu-ibu Adat Rendu Diborgol Brimob Saat Hadang Pengukuran Lahan Waduk
Berita Terkini
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
10 jam yang lalu
Retreat Kepala Daerah...
Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Segera Digelar, Lokasinya Belum Bisa Dipastikan
12 jam yang lalu
Mega Perintahkan Kepala...
Mega Perintahkan Kepala Daerah PDIP Ikut Retreat Gelombang Kedua jika Absen pada Gelombang Pertama
14 jam yang lalu
ART Lagi Mudik, Menteri...
ART Lagi Mudik, Menteri Raja Juli Antoni Bantu Istri Beres-Beres Rumah
14 jam yang lalu
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
14 jam yang lalu
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
17 jam yang lalu
Infografis
Kelas Menengah Terancam...
Kelas Menengah Terancam Jatuh Miskin, Beban Ekonomi Makin Berat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved