Pong kembali panjat atap Gedung DPR
Senin, 30 Juli 2012 - 15:00 WIB
Pong kembali panjat atap Gedung DPR
A
A
A
Sindonews.com - Aktor kawakan era 80an Pong Harjatmo kembali berulah. Dia kembali nekat memanjat atap gedung kura-kura DPR RI. Aksi seperti itu juga pernah dia lakukan beberapa waktu silam.
Namun kali ini, aksi Pong itu tak berlangsung lama, karena Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR langsung memintanya turun.
Menurut Pong aksinya kali ini tidak direncanakan. Dia hanya ingin memperingati dua tahun dirinya memanjat atap DPR.
"Melihat tangga itu spontan saya naik. Ini untuk memperingati dua tahun saya memanjat atap DPR, waktu itu hari Jumat," ujar Pong di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Memang berbeda dengan aksi tahun 2010, dia sempat mencoret gedung DPR dengan tulisan "Jujur, Adil, Tegas," menggunakan pilok. Tapi sekarang dia sekadar memanjat saja.
"Saya tidak coret coret, saya tidak bawa pilok kali ini," ujarnya ketika turun dari tangga itu.
Pong sempat menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap anggota DPR. Dia menilai wakil rakyat itu hanya janji-janji tapi tidak direalisasikan. Bicara dengan praktek di lapangan tidak sama.
"Idealisme dengan realita itu beda, DPR harus mewakili rakyat. Tapi kan relitasnya kan enggak, praktiknya kok berbeda," kata dia.
Menurutnya, memiliki kekayaan alam yang melimpah, dengan ditambah pemimpin yang jujur dan adil maka tidak akan ada masyarakat yang miskin, kecuali jika memang masyarakat itu sendiri malas berusaha.
"Apa boleh buat, saya inginnya ada perubahan, (tapi) kok semakin menjadi-jadi," pungkasnya.
Namun kali ini, aksi Pong itu tak berlangsung lama, karena Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR langsung memintanya turun.
Menurut Pong aksinya kali ini tidak direncanakan. Dia hanya ingin memperingati dua tahun dirinya memanjat atap DPR.
"Melihat tangga itu spontan saya naik. Ini untuk memperingati dua tahun saya memanjat atap DPR, waktu itu hari Jumat," ujar Pong di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Memang berbeda dengan aksi tahun 2010, dia sempat mencoret gedung DPR dengan tulisan "Jujur, Adil, Tegas," menggunakan pilok. Tapi sekarang dia sekadar memanjat saja.
"Saya tidak coret coret, saya tidak bawa pilok kali ini," ujarnya ketika turun dari tangga itu.
Pong sempat menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap anggota DPR. Dia menilai wakil rakyat itu hanya janji-janji tapi tidak direalisasikan. Bicara dengan praktek di lapangan tidak sama.
"Idealisme dengan realita itu beda, DPR harus mewakili rakyat. Tapi kan relitasnya kan enggak, praktiknya kok berbeda," kata dia.
Menurutnya, memiliki kekayaan alam yang melimpah, dengan ditambah pemimpin yang jujur dan adil maka tidak akan ada masyarakat yang miskin, kecuali jika memang masyarakat itu sendiri malas berusaha.
"Apa boleh buat, saya inginnya ada perubahan, (tapi) kok semakin menjadi-jadi," pungkasnya.
(lns)