Ical respon permintaan maaf Hari Suwandi
Minggu, 29 Juli 2012 - 00:27 WIB
Ical respon permintaan maaf Hari Suwandi
A
A
A
Sindonews.com - Bos PT Minarak Lapindo Brantas Aburizal Bakrie menanggapi mengenai permnintaan maaf korban lumpur Lapindo di Sidoarjo yang melakukan jalan kaki dari Porong Sidoarjo ke Jakarta Hari Suwandi. Baginya permintaan maaf itu merupakan hikmah dari bulan suci Ramadan.
"Saya kira makin lama makin terbukalah mana yang benar, mana yang salah. Dulu kan juga dituduhkan kasus Gayus (kasus mafia pajak), ternyata Gayus buka sendiri," ujarnya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Namun demikian, Ketua Umum Partai Golkar ini membantah jika dikatakan Hari berpesan agar pihak keluarga Bakrie segera menuntaskan uang ganti rugi kepada seluruh warga korban lumpur Lapindo."Engga ada begitu, beliau engga ngatakan itu," tukas pria yang biasa disapa Ical.
Seperti diketahui, Hari tiba di Jakarta pada 8 Juli ini setelah 25 hari berjalan kaki dari kampung halamannya di Porong, Sidoarjo, pada 14 Juni 2012 lalu. Hari tiba-tiba membuat kejutan dengan muncul di salah satu stasiun TV swasta dan menyatakan permintaan maaf kepada keluarga Bakrie.
Tentu saja sikapnya itu sangat kontras ketika dirinya melakukan napak tilas dari Porong Sidoarjo dan awal tiba di Jakarta. Padahal banyak kalangan berempati dengan perjuangannya yang gigih demi kepentingan para korban lumpur Lapindo.
"Saya kira makin lama makin terbukalah mana yang benar, mana yang salah. Dulu kan juga dituduhkan kasus Gayus (kasus mafia pajak), ternyata Gayus buka sendiri," ujarnya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Namun demikian, Ketua Umum Partai Golkar ini membantah jika dikatakan Hari berpesan agar pihak keluarga Bakrie segera menuntaskan uang ganti rugi kepada seluruh warga korban lumpur Lapindo."Engga ada begitu, beliau engga ngatakan itu," tukas pria yang biasa disapa Ical.
Seperti diketahui, Hari tiba di Jakarta pada 8 Juli ini setelah 25 hari berjalan kaki dari kampung halamannya di Porong, Sidoarjo, pada 14 Juni 2012 lalu. Hari tiba-tiba membuat kejutan dengan muncul di salah satu stasiun TV swasta dan menyatakan permintaan maaf kepada keluarga Bakrie.
Tentu saja sikapnya itu sangat kontras ketika dirinya melakukan napak tilas dari Porong Sidoarjo dan awal tiba di Jakarta. Padahal banyak kalangan berempati dengan perjuangannya yang gigih demi kepentingan para korban lumpur Lapindo.
(kur)