Kader korupsi tetap pengaruhi elektabilitas partai
Jum'at, 27 Juli 2012 - 16:32 WIB
Kader korupsi tetap pengaruhi elektabilitas partai
A
A
A
Sindonews.com - Belakangan ini semakin banyak kader partai politik (parpol) tersangkut korupsi. Meskipun tiap kasus merupakan tanggung jawab masing-masing pribadi, namun kasus korupsi melibatkan kader tetap saja mempengaruhi elektabilitas partai.
"Secara umum warna yang terlihat di masyarakat pasti warna partainya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua saat dihubungi, Jumat (27/7/2012).
Seperti juga kasus yang menyeret kader Partai Demokrat. Kata Max, meski kasus itu kasus individu, tapi tetap saja yang terlihat di masyarakat tetap warna Demokratnya.
Begitu pula kasus korupsi pengadaan Alquran yang menimpa kader Golkar, Zulkarnaen Djabar. Menurut Max, kasus itu tidak ada hubungannya dengan Golkar, tapi warna kuning tetap yang akan dilihat oleh masyarakat. Sama juga dengan kasus menyeret Emir Moeis, orang tetap akan melihat PDIP-nya.
"Saya kira itu tidak mengada-ada, dan itu akan berpengaruh pada elektabilitas partai, pasti menurun," ujarnya.
Seharusnya, musibah yang menimpa kader Demokrat bisa menjadi contoh bagi parpol lain. Elektabilitas Demokrat turun gara-gara kadernya terseret kasus korupsi.
Sementara ketika ditanya bagaimana memulihkan nama baik partai, kata Max tergantung dapur masing-masing partai. "Kalau di Partai Demokrat kami menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum, kami juga menindak tegas kader yang tersangkut hukum, menonaktifkan begitu jadi tersangka," pungkasnya.
"Secara umum warna yang terlihat di masyarakat pasti warna partainya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua saat dihubungi, Jumat (27/7/2012).
Seperti juga kasus yang menyeret kader Partai Demokrat. Kata Max, meski kasus itu kasus individu, tapi tetap saja yang terlihat di masyarakat tetap warna Demokratnya.
Begitu pula kasus korupsi pengadaan Alquran yang menimpa kader Golkar, Zulkarnaen Djabar. Menurut Max, kasus itu tidak ada hubungannya dengan Golkar, tapi warna kuning tetap yang akan dilihat oleh masyarakat. Sama juga dengan kasus menyeret Emir Moeis, orang tetap akan melihat PDIP-nya.
"Saya kira itu tidak mengada-ada, dan itu akan berpengaruh pada elektabilitas partai, pasti menurun," ujarnya.
Seharusnya, musibah yang menimpa kader Demokrat bisa menjadi contoh bagi parpol lain. Elektabilitas Demokrat turun gara-gara kadernya terseret kasus korupsi.
Sementara ketika ditanya bagaimana memulihkan nama baik partai, kata Max tergantung dapur masing-masing partai. "Kalau di Partai Demokrat kami menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum, kami juga menindak tegas kader yang tersangkut hukum, menonaktifkan begitu jadi tersangka," pungkasnya.
(lns)