Usai minta maaf ke Ical, Hari Suwandi hilang
Kamis, 26 Juli 2012 - 18:53 WIB
Usai minta maaf ke Ical, Hari Suwandi hilang
A
A
A
Sindonews.com - Sejak permintaan maafnya ke bos PT Lapindo Brantas Aburizal Bakrie (Ical), Hari Suwandi, korban lumpur Lapindo Brantas hilang tanpa jejak. Sampai saat ini keberadaan Hari beserta keluarga dan teman-temannya masih misterius.
"Sampai saat ini kami tidak tahu dia (Hari) ada di mana. Dua nomor telepon (milik Hari) yang ada tidak bisa dihubungi. Sudah kami coba hubungi tapi tidak bisa," ujar Ketua Humas Kontras Sinung di kantornya, Komnas HAM, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, saat pertama sampai ke Jakarta, Hari ditampung Kontras di kantornya. Namun pada Rabu 25 Juli 2012 sore, sekira pukul 17.00 WIB, Hari pergi meninggalkan Kontras. Hari pergi bersama keluarga dan enam orang temannya.
Saat itu, tidak ada yang mengetahui kemana tujuan Hari pergi. Namun secara tiba-tiba, Hari muncul di salah satu stasiun televisi swasta memberikan keterangan resminya. Hari meminta maaf dan berterima kasih kepada Ical, serta menyatakan rasa bersalahnya.
Pernyataan sikap Hari yang berubah drastis, menimbulkan tanda tanya masyarakat. Pejuang korban Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, yang nekat jalan kaki dari Porong ke Jakarta menuntut keadilan bagi korban lumpur itu, sekejap lupa dengan misinya.
Harapan ribuan korban lumpur Lapindo pun musnah. Hari justru berterima kasih kepada orang yang telah menyebabkan bencana bagi warga Sidoarjo. Bahkan dia meminta maaf atas perjuangannya selama ini.
"Sampai saat ini kami tidak tahu dia (Hari) ada di mana. Dua nomor telepon (milik Hari) yang ada tidak bisa dihubungi. Sudah kami coba hubungi tapi tidak bisa," ujar Ketua Humas Kontras Sinung di kantornya, Komnas HAM, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, saat pertama sampai ke Jakarta, Hari ditampung Kontras di kantornya. Namun pada Rabu 25 Juli 2012 sore, sekira pukul 17.00 WIB, Hari pergi meninggalkan Kontras. Hari pergi bersama keluarga dan enam orang temannya.
Saat itu, tidak ada yang mengetahui kemana tujuan Hari pergi. Namun secara tiba-tiba, Hari muncul di salah satu stasiun televisi swasta memberikan keterangan resminya. Hari meminta maaf dan berterima kasih kepada Ical, serta menyatakan rasa bersalahnya.
Pernyataan sikap Hari yang berubah drastis, menimbulkan tanda tanya masyarakat. Pejuang korban Lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, yang nekat jalan kaki dari Porong ke Jakarta menuntut keadilan bagi korban lumpur itu, sekejap lupa dengan misinya.
Harapan ribuan korban lumpur Lapindo pun musnah. Hari justru berterima kasih kepada orang yang telah menyebabkan bencana bagi warga Sidoarjo. Bahkan dia meminta maaf atas perjuangannya selama ini.
(san)