Perubahan sikap Hari Suwandi berlatar politis
Kamis, 26 Juli 2012 - 18:03 WIB
Perubahan sikap Hari Suwandi berlatar politis
A
A
A
Sindonews.com - Berubahnya sikap korban lumpur Lapindo yang berjalan kaki dari Porong, Sidoarjo, Jawa Timur ke Jakarta, Hari Suwandi menimbulkan pertanyaan. Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menilai, ada latar belakang politis yang melatarbelakangi perubahan sikap Hari Suwandi yang telah berjalan kaki 827 km itu.
"Mungkin dia akhirnya eling (ingat) lah. Kalau enggak, itu mungkin ada tambahan. Mana kita tahu," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dia mengungkapkan, apa yang terjadi pada Hari Suwandi merupakan hal yang wajar, karena dia datang ke Jakarta dengan tujuan menuntut hak korban lumpur Lapindo. "Kita bisa ngerti, kita harus berpikir positif. Aku dengar dari tim yang dipimpin Pak Andi Darussalam, yang bersangkutan sudah terima ganti rugi. Jadi ibaratnya dia menjilat ludahnya sendiri," ujarnya.
Meski demikian, Ruhut tetap yakin persoalan lumpur Lapindo akan tetap mengganjal langkah Aburizal Bakrie (Ical) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Apalagi, Jawa timur merupakan daerah yang cukup potensial untuk dijadikan lumbung suara.
"Apapun, itu (lumpur Lapindo) salah satu penghambat Pak Ical sebagai calon presiden (capres). Karena Jawa Timur itu salah satu suara terbesar. Apalagi kalau Pak Jusuf Kalla maju juga, akan bertambah suara Ical yang hilang dari indonesia bagian timur," tukasnya.
"Mungkin dia akhirnya eling (ingat) lah. Kalau enggak, itu mungkin ada tambahan. Mana kita tahu," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dia mengungkapkan, apa yang terjadi pada Hari Suwandi merupakan hal yang wajar, karena dia datang ke Jakarta dengan tujuan menuntut hak korban lumpur Lapindo. "Kita bisa ngerti, kita harus berpikir positif. Aku dengar dari tim yang dipimpin Pak Andi Darussalam, yang bersangkutan sudah terima ganti rugi. Jadi ibaratnya dia menjilat ludahnya sendiri," ujarnya.
Meski demikian, Ruhut tetap yakin persoalan lumpur Lapindo akan tetap mengganjal langkah Aburizal Bakrie (Ical) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Apalagi, Jawa timur merupakan daerah yang cukup potensial untuk dijadikan lumbung suara.
"Apapun, itu (lumpur Lapindo) salah satu penghambat Pak Ical sebagai calon presiden (capres). Karena Jawa Timur itu salah satu suara terbesar. Apalagi kalau Pak Jusuf Kalla maju juga, akan bertambah suara Ical yang hilang dari indonesia bagian timur," tukasnya.
(lil)