Kasus ZD tak pengaruhi elektabilitas Golkar
Senin, 23 Juli 2012 - 20:54 WIB
Kasus ZD tak pengaruhi elektabilitas Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan korupsi menyeret Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulkarnaen Djabar diyakini tak berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Golkar.
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, dukungan dalam politik sangat dinamis. Naik dan turunnya elektabilitas Partai Golkar juga bagian dari dinamika politik.
"Jika ada kader Golkar bermasalah dengan hukum kemungkinan turun masih ada. Ada kasus tidak ada kasus kemungkinan turun naik itu ada, itu sebabnya dalam politik perlu ideologi dan cita-cita kalau turun ya turun berjuang lagi kan, kami tidak ada masalah dengan itu," tutur Idrus usai acara Harlah ke-14 PKB, di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2012).
Idrus menambahkan, pihaknya optimis elektabilitas partainya akan naik. Sebab dalam cita-cita politiknya, Golkar berjuang untuk rakyat bukan lantaran mendekati Pemilu saja, tapi berkarya itu terus akan dilakukan. "Persoalan rakyat akan memilih Golar atau tidak, itu urusan mereka," ujarnya.
Disinggung soal menurunnya elektabilitas partai karena nama Jusuf Kalla sering disebut akan dicalonkan oleh partai lain, Idrus menampik kabar itu. Menurutnya, rakyatlah yang akan tetap menentukan pilihan rasionalnya.
"Golkar besar karena sistem, bukan karena individu, jadi Golkar besar karena sistem yang kuat di dukung kepemimpinan yang kuat," pungkasnya.
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, dukungan dalam politik sangat dinamis. Naik dan turunnya elektabilitas Partai Golkar juga bagian dari dinamika politik.
"Jika ada kader Golkar bermasalah dengan hukum kemungkinan turun masih ada. Ada kasus tidak ada kasus kemungkinan turun naik itu ada, itu sebabnya dalam politik perlu ideologi dan cita-cita kalau turun ya turun berjuang lagi kan, kami tidak ada masalah dengan itu," tutur Idrus usai acara Harlah ke-14 PKB, di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2012).
Idrus menambahkan, pihaknya optimis elektabilitas partainya akan naik. Sebab dalam cita-cita politiknya, Golkar berjuang untuk rakyat bukan lantaran mendekati Pemilu saja, tapi berkarya itu terus akan dilakukan. "Persoalan rakyat akan memilih Golar atau tidak, itu urusan mereka," ujarnya.
Disinggung soal menurunnya elektabilitas partai karena nama Jusuf Kalla sering disebut akan dicalonkan oleh partai lain, Idrus menampik kabar itu. Menurutnya, rakyatlah yang akan tetap menentukan pilihan rasionalnya.
"Golkar besar karena sistem, bukan karena individu, jadi Golkar besar karena sistem yang kuat di dukung kepemimpinan yang kuat," pungkasnya.
(lns)