Ketua MPR: Pindah parpol bisa rusak integritas
Senin, 23 Juli 2012 - 14:49 WIB
Ketua MPR: Pindah parpol bisa rusak integritas
A
A
A
Sindonews.com - Perilaku seringnya berpindah partai politik (parpol) menjadi salah satu penyakit politikus yang bisa merusak integritas. Apalagi jika kepindahannya itu hanya didasari ditawari oleh parpol kaya dengan berbagai tawaran.
"Kalau pindah tidak ada iming-imingnya enggak ada soal. Kalau pindah partai karena ada iming-imingnya, saya rasa merusak integritas anggota dewan itu sendiri," kata ketua MPR Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Dia juga meminta seluruh politikus yang ada di DPR segera mengambil keputusan dengan tegas jika ada niat untuk berpindah partai politik. "Kalau memang ada niat pindah, ya sebaiknya cepat mundur seperti Jeffrie Geovanie," ujarnya.
Meski demikian, politikus senior PDIP itu menyarankan agar seluruh anggota DPR tetap setia dengan parpol dan posisinya di DPR. Dengan demikian, rakyat tidak lagi kecewa dengan pilihannya sewaktu pemilihan umum (Pemilu) 2009 lalu.
"Seharusnya kita tetap setia sampai akhir jabatan. Kalau mau pindah, tunggu sampai selesai dulu masa jabatan. Jadi jika tidak sampai habis masa jabatan kan tidak bagus juga buat partai, dan rakyat yang memilih," tukasnya.
"Kalau pindah tidak ada iming-imingnya enggak ada soal. Kalau pindah partai karena ada iming-imingnya, saya rasa merusak integritas anggota dewan itu sendiri," kata ketua MPR Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/7/2012).
Dia juga meminta seluruh politikus yang ada di DPR segera mengambil keputusan dengan tegas jika ada niat untuk berpindah partai politik. "Kalau memang ada niat pindah, ya sebaiknya cepat mundur seperti Jeffrie Geovanie," ujarnya.
Meski demikian, politikus senior PDIP itu menyarankan agar seluruh anggota DPR tetap setia dengan parpol dan posisinya di DPR. Dengan demikian, rakyat tidak lagi kecewa dengan pilihannya sewaktu pemilihan umum (Pemilu) 2009 lalu.
"Seharusnya kita tetap setia sampai akhir jabatan. Kalau mau pindah, tunggu sampai selesai dulu masa jabatan. Jadi jika tidak sampai habis masa jabatan kan tidak bagus juga buat partai, dan rakyat yang memilih," tukasnya.
(lil)