Kasus Hambalang, KPK minta DK kooperatif

Jum'at, 20 Juli 2012 - 19:55 WIB
Kasus Hambalang, KPK...
Kasus Hambalang, KPK minta DK kooperatif
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Deddy Kusnidar (DK) bersikap kooperatif dengan mau menyampaikan seluruh informasi terkait kasus Hambalang yang diketahuinya secara benar.

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK saat ini memang membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya dari DK yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Hambalang. Pasalnya, KPK tengah mencari keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat, Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (PPPSON) di Hambalang, Jawa Barat.

"Saya kira itu hal yang seharusnya dilakukan penegak hukum. Mengimbau tersangka untuk menceritakan sejujurnya kepada KPK, untuk bisa menelusuri lebih lanjut," katanya kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak akan bertindak gegabah dalam menetapkan tersangka lain dalam kasus itu. "Kalau dalam pengembangannya memang ada dua alat bukti yang cukup untuk bisa mengkaitkan kepada seseorang siapapun orang itu, KPK akan menetapkannya sebagai tersangka. Tidak melihat warna partai atau warna baju," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad juga mengatakan jika lembaganya yang dipimpinnya akan terus menelusuri pihak lain yang terlibat dalam kasus Hambalang.

DK sendiri akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, karena diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek itu.

Selain itu, KPK juga telah menggeledah tujuh tempat yang diduga terkait kasus Hambalang, seperti Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Senayan, dan Cibubur, Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta Timur, serta kantor PT Wijaya Karya di Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Dari penggeledahan tersebut, telah disita dokumen-dokumen dan surat-surat yang diduga terkait dengan kasus itu. Untuk lebih memperkuat bukti, KPK juga menggeledah kantor pusat PT Adhi Karya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
(lil)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Bebas dari Lapas Sukamiskin,...
Bebas dari Lapas Sukamiskin, Anas Urbaningrum Langsung Sampaikan Pidato Ini
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved