Partai harus terbuka bila biayai survei
Kamis, 19 Juli 2012 - 09:11 WIB
Partai harus terbuka bila biayai survei
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait mengajak semua partai agar bersama-sama menjaga kredibilitas kajian dan survei yang basisnya adalah akademis.
Salah satu peran parpol dalam menjaga dan menghormati hasil kegiatan ilmiah itu dengan mengedepankan transparansi jika menggunakan jasa lembaga survei.
"Kami sudah dua kali melakukan survei nasional dan jelas kami umumkan menggunakan Indo Barometer dan itu atas biaya kami. Hasilnya seperti apa sudah kita publikasikan. Kita berharap parpol-parpol lain juga melakukan hal sama agar kita dalam berkompetisi fairdan sehat," kata Maruarar di Jakarta kemarin.
Ara, panggilan Maruarar mengatakan, survei yang dilakukan lembaga independen dengan biaya penuh dari PDIP adalah bagian dari pendidikan politik ke masyarakat. Karena itu, selain sebagai bentuk evaluasi internal atas apa yang ditemukan dalam survei, PDIP juga tidak dalam upaya menggiring opini dengan meminta ditempatkan di urutan teratas dalam survei tersebut.
"Dalam dua kali survei kita Golkar yang ada di urutan teratas. Itulah transparansinya meski kita yang membiayai tetapi kalau memang suara kita baru nomor dua ya tidak usah minta nomor satu. Yang penting kita evaluasi agar di 2014 bisa nomor satu," jelasnya.
Menurut Ara, transparansi parpol jika menggunakan jasa lembaga survei tidak hanya akan membantu meningkatkan kredibilitas, tapi juga menjaga independensi lembaga survei sebagai bagian dari elemen berdemokrasi.
Salah satu peran parpol dalam menjaga dan menghormati hasil kegiatan ilmiah itu dengan mengedepankan transparansi jika menggunakan jasa lembaga survei.
"Kami sudah dua kali melakukan survei nasional dan jelas kami umumkan menggunakan Indo Barometer dan itu atas biaya kami. Hasilnya seperti apa sudah kita publikasikan. Kita berharap parpol-parpol lain juga melakukan hal sama agar kita dalam berkompetisi fairdan sehat," kata Maruarar di Jakarta kemarin.
Ara, panggilan Maruarar mengatakan, survei yang dilakukan lembaga independen dengan biaya penuh dari PDIP adalah bagian dari pendidikan politik ke masyarakat. Karena itu, selain sebagai bentuk evaluasi internal atas apa yang ditemukan dalam survei, PDIP juga tidak dalam upaya menggiring opini dengan meminta ditempatkan di urutan teratas dalam survei tersebut.
"Dalam dua kali survei kita Golkar yang ada di urutan teratas. Itulah transparansinya meski kita yang membiayai tetapi kalau memang suara kita baru nomor dua ya tidak usah minta nomor satu. Yang penting kita evaluasi agar di 2014 bisa nomor satu," jelasnya.
Menurut Ara, transparansi parpol jika menggunakan jasa lembaga survei tidak hanya akan membantu meningkatkan kredibilitas, tapi juga menjaga independensi lembaga survei sebagai bagian dari elemen berdemokrasi.
(san)