Tahun depan, mahasiswa hanya bayar SPP
Selasa, 17 Juli 2012 - 15:46 WIB
Tahun depan, mahasiswa hanya bayar SPP
A
A
A
Sindonews.com - Mulai tahun depan, pemerintah akan menjamin mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hanya akan dibebani biaya Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP).
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, Kemendikbud akan mengintensifkan penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor oleh 92 PTN di Indonesia yang mencapai Rp12 triliun, sehingga bisa mewujudkan pembebasan biaya selain SPP itu.
"Berdasarkan hitungan sementara, Kemendikbud memerlukan Rp6 triliun untuk program mahasiswa hanya bayar SPP ini. Di IPB itu paling mahal bayar SPP Rp2 juta, nanti mahasiswa hanya akan membayar SPP saja. Sisanya itu, misalnya ada biaya sampai Rp25 juta hingga Rp50 juta pemerintah yang akan menanggungnya," katanya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Dia juga menegaskan, tidak akan ada PTN yang komersil atau mencari keuntungan di bidang pendidikan. "Kalau ada yang komersil saya akan sembelih," tegasnya.
Dia menjelaskan, uang yang masuk dari calon mahasiswa PTN selama ini memang cukup besar. Namun, uang tersebut dikelola lagi untuk pembiayaan mahasiswa di perguruan tinggi.
"PTN dapat dikatakan komersil apabila menetapkan standar biaya di atas patokan biaya yang sudah ditetapkan, dan mengambil sisanya untuk kepentingan diri sendiri," tukasnya.
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, Kemendikbud akan mengintensifkan penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor oleh 92 PTN di Indonesia yang mencapai Rp12 triliun, sehingga bisa mewujudkan pembebasan biaya selain SPP itu.
"Berdasarkan hitungan sementara, Kemendikbud memerlukan Rp6 triliun untuk program mahasiswa hanya bayar SPP ini. Di IPB itu paling mahal bayar SPP Rp2 juta, nanti mahasiswa hanya akan membayar SPP saja. Sisanya itu, misalnya ada biaya sampai Rp25 juta hingga Rp50 juta pemerintah yang akan menanggungnya," katanya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Dia juga menegaskan, tidak akan ada PTN yang komersil atau mencari keuntungan di bidang pendidikan. "Kalau ada yang komersil saya akan sembelih," tegasnya.
Dia menjelaskan, uang yang masuk dari calon mahasiswa PTN selama ini memang cukup besar. Namun, uang tersebut dikelola lagi untuk pembiayaan mahasiswa di perguruan tinggi.
"PTN dapat dikatakan komersil apabila menetapkan standar biaya di atas patokan biaya yang sudah ditetapkan, dan mengambil sisanya untuk kepentingan diri sendiri," tukasnya.
(lil)