19 provinsi sepakat kembangkan transmigrasi
Senin, 16 Juli 2012 - 09:55 WIB
19 provinsi sepakat kembangkan transmigrasi
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 19 provinsi dan 18 kabupaten/kota sepakat mengembangkan transmigrasi sebagai pemacu perekonomian daerah.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, melalui mekanisme Kerja Sama Antar Daerah (KSAD), program transmigrasi dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.
Kerja sama ini dijadikan instrumen pengintegrasian kebutuhan dan keinginan daerah asal dengan daerah tujuan dalam penyelenggaraan transmigrasi.
“Pemerintah berharap, KSAD di bidang transmigrasi ini dapat menciptakan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah pengirim dan penerima serta masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan transmigrasi,” tandas Muhaimin di Gedung Kemenakertrans, Jakarta, kemarin.
Untuk 19 provinsi yang terlibat kerja sama transmigrasi terdiri atas Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Lampung serta 14 provinsi daerah penempatan seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.
Muhaimin menjelaskan, program pembangunan transmigrasi ini diarahkan berbasis kawasan yang dapat dijadikan sebagai salah satu skema pembangunan.
Pembangunan wilayah transmigrasi ini tidak hanya berbasis spasial dan komoditas unggulan tertentu. Namun, secara bersamaan juga memberdayakan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KT) Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan, Kemenakertrans akan membuka lokasi transmigrasi di Kabupaten Toraja Utara tahun ini.
Lokasi baru ini diperuntukkan bagi 200 keluarga dari lima provinsi asal yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,Yogyakarta, dan Lampung. Kawasan Toraja Utara sangat cocok untuk lokasi transmigrasi komoditas perkebunan dan pertanian.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, melalui mekanisme Kerja Sama Antar Daerah (KSAD), program transmigrasi dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.
Kerja sama ini dijadikan instrumen pengintegrasian kebutuhan dan keinginan daerah asal dengan daerah tujuan dalam penyelenggaraan transmigrasi.
“Pemerintah berharap, KSAD di bidang transmigrasi ini dapat menciptakan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah pengirim dan penerima serta masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan transmigrasi,” tandas Muhaimin di Gedung Kemenakertrans, Jakarta, kemarin.
Untuk 19 provinsi yang terlibat kerja sama transmigrasi terdiri atas Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Lampung serta 14 provinsi daerah penempatan seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku.
Muhaimin menjelaskan, program pembangunan transmigrasi ini diarahkan berbasis kawasan yang dapat dijadikan sebagai salah satu skema pembangunan.
Pembangunan wilayah transmigrasi ini tidak hanya berbasis spasial dan komoditas unggulan tertentu. Namun, secara bersamaan juga memberdayakan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KT) Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan, Kemenakertrans akan membuka lokasi transmigrasi di Kabupaten Toraja Utara tahun ini.
Lokasi baru ini diperuntukkan bagi 200 keluarga dari lima provinsi asal yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,Yogyakarta, dan Lampung. Kawasan Toraja Utara sangat cocok untuk lokasi transmigrasi komoditas perkebunan dan pertanian.
(lns)