Golkar-PPP terdampak kasus Alquran
Sabtu, 14 Juli 2012 - 09:31 WIB
Golkar-PPP terdampak kasus Alquran
A
A
A
Sindonews.com – Kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Alquran di Kementerian Agama yang menyeret sejumlah politikus Partai Golkar dinilai akan berdampak pada citra parpol berlambang beringin tersebut.
Kasus ini secara tidak langsung juga dapat menurunkan elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto mengatakan, kasus dugaan korupsi Alquran sangat memengaruhi persepsi publik terhadap Golkar dan PPP.
Untuk Golkar, salah satu tersangka kasus ini, Zulkarnaen Djabar, adalah anggota DPR dari Golkar dan wakil ketua umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Tersangka lainnya, Dendy Prasetya, juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Gema Ormas MKGR.
Adapun dampak untuk PPP lebih disebabkan ketua umum parpol berlambang Kabah ini, Suryadharma Ali, sekarang menjabat sebagai menteri agama.
“Meskipun kasus ini tidak langsung berhubungan dengan Suryadharma dan PPP, persepsi negatif publik tak terhindarkan,” kata Gun Gun di Jakarta, Jumat 13 Juli 2012.
Menurut Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu, kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran dapat membentuk political news framing tertentu. Bahkan, bisa menjadi bola liar jika tidak dikendalikan dengan baik.
Pakar hukum tata negara UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani menambahkan, Suryadharma sebagai menteri agama bisa dianggap gagal mengawal kementeriannya. “Setelah ke Golkar, dampak kasus ini bisa ke PPP dan Suryadharma langsung,” tandasnya.
Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengakui, kasus Zulkarnaen berpotensi memberi implikasi negatif terhadap dukungan untuk partainya. Namun, kata dia, Golkar akan terus melihat perkembangan kasus ini.
“Tersangka belum tentu bersalah. Tapi kasus ini sedikit banyak memang dapat berdampak pada citra, popularitas, dan elektabilitas Golkar. Suka atau tidak suka,” katanya.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Hasrul Azwar menegaskan, publik harus memisahkan antara kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran dan Kementerian Agama dengan Menteri Agama Suryadharma Ali yang kebetulan juga ketua umum DPP PPP.
“Bukan Menag yang jadi tersangkanya kan. Jadi PPP ya jangan dikait-kaitkan. Insya Allah elektabilitas PPP dan Pak Suryadharma tidak akan terpengaruh,” ujar kolega Zulkarnaen di Komisi VIII DPR itu.
Ketua DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengklaim kasus ini justru akan meningkatkan elektabilitas serta citra PPP maupun Suryadharma. Alasannya, karena justru Suryadharma mendukung penuh penegakan hukum dugaan korupsi di kementerian yang dipimpinnya.
Kasus ini secara tidak langsung juga dapat menurunkan elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto mengatakan, kasus dugaan korupsi Alquran sangat memengaruhi persepsi publik terhadap Golkar dan PPP.
Untuk Golkar, salah satu tersangka kasus ini, Zulkarnaen Djabar, adalah anggota DPR dari Golkar dan wakil ketua umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Tersangka lainnya, Dendy Prasetya, juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Gema Ormas MKGR.
Adapun dampak untuk PPP lebih disebabkan ketua umum parpol berlambang Kabah ini, Suryadharma Ali, sekarang menjabat sebagai menteri agama.
“Meskipun kasus ini tidak langsung berhubungan dengan Suryadharma dan PPP, persepsi negatif publik tak terhindarkan,” kata Gun Gun di Jakarta, Jumat 13 Juli 2012.
Menurut Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu, kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran dapat membentuk political news framing tertentu. Bahkan, bisa menjadi bola liar jika tidak dikendalikan dengan baik.
Pakar hukum tata negara UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani menambahkan, Suryadharma sebagai menteri agama bisa dianggap gagal mengawal kementeriannya. “Setelah ke Golkar, dampak kasus ini bisa ke PPP dan Suryadharma langsung,” tandasnya.
Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengakui, kasus Zulkarnaen berpotensi memberi implikasi negatif terhadap dukungan untuk partainya. Namun, kata dia, Golkar akan terus melihat perkembangan kasus ini.
“Tersangka belum tentu bersalah. Tapi kasus ini sedikit banyak memang dapat berdampak pada citra, popularitas, dan elektabilitas Golkar. Suka atau tidak suka,” katanya.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Hasrul Azwar menegaskan, publik harus memisahkan antara kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran dan Kementerian Agama dengan Menteri Agama Suryadharma Ali yang kebetulan juga ketua umum DPP PPP.
“Bukan Menag yang jadi tersangkanya kan. Jadi PPP ya jangan dikait-kaitkan. Insya Allah elektabilitas PPP dan Pak Suryadharma tidak akan terpengaruh,” ujar kolega Zulkarnaen di Komisi VIII DPR itu.
Ketua DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengklaim kasus ini justru akan meningkatkan elektabilitas serta citra PPP maupun Suryadharma. Alasannya, karena justru Suryadharma mendukung penuh penegakan hukum dugaan korupsi di kementerian yang dipimpinnya.
(lil)