Kalah di Pilgub, Akbar warning pencapresan Ical
Kamis, 12 Juli 2012 - 17:25 WIB
Kalah di Pilgub, Akbar warning pencapresan Ical
A
A
A
Sindonews.com - Kekalahan calon Gubernur DKI Jakarta 2012 Alex Noerdin merupakan warning terhadap pencapresan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 yang akan datang.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, kekalahan Alex-Nono dalam Pilgub DKI akan berdampak pada rendahnya dukungan masyarakat terhadap Ical di Pilpres 2014.
"(Kekalahan Alex-Nono) Mempunyai dampak kepada partai. Bisa punya dampak kepada capres dari partai. Tapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres masih jauh di depan. Kita bisa lakukan recovery di Pileg," ujar Akbar saat dihubungi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Pemilihan legislatif, sambung Akbar, memiliki peran penting dalam proses pencapresan. Sebab penentuan Pilpres tergantung perolehan suara Pileg. Apalagi ada syarat besaran dukungan untuk memunculkan capres.
Pilkada DKI merupakan barometer nasional yang mempunyai dampak terhadap daerah lain. Secara imej, Golkar tidak bisa meraih suara banyak di DKI yang jadi barometer. "Kalau imej menurun, ini akan berdampak pada Capres Ical. Tapi ini masih panjang, kita masih ada waktu mengatur strategi," terangnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, kekalahan di DKI harus dijadikan pelajaran bagi Golkar dalam menghadapi agenda politik selanjutnya. Menurutnya ini menjadi peringatan bagi pencapresan Ical.
"Ini warning bagi kepemimpinan partai dalam pencapresan, karena terdiri dari beberapa unsur seperti tim pemenangan pemilu di DPP, tapi muaranya akan kepada ketum partai," pungkas matan Ketua Umum PB HMI ini.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, kekalahan Alex-Nono dalam Pilgub DKI akan berdampak pada rendahnya dukungan masyarakat terhadap Ical di Pilpres 2014.
"(Kekalahan Alex-Nono) Mempunyai dampak kepada partai. Bisa punya dampak kepada capres dari partai. Tapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres masih jauh di depan. Kita bisa lakukan recovery di Pileg," ujar Akbar saat dihubungi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Pemilihan legislatif, sambung Akbar, memiliki peran penting dalam proses pencapresan. Sebab penentuan Pilpres tergantung perolehan suara Pileg. Apalagi ada syarat besaran dukungan untuk memunculkan capres.
Pilkada DKI merupakan barometer nasional yang mempunyai dampak terhadap daerah lain. Secara imej, Golkar tidak bisa meraih suara banyak di DKI yang jadi barometer. "Kalau imej menurun, ini akan berdampak pada Capres Ical. Tapi ini masih panjang, kita masih ada waktu mengatur strategi," terangnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, kekalahan di DKI harus dijadikan pelajaran bagi Golkar dalam menghadapi agenda politik selanjutnya. Menurutnya ini menjadi peringatan bagi pencapresan Ical.
"Ini warning bagi kepemimpinan partai dalam pencapresan, karena terdiri dari beberapa unsur seperti tim pemenangan pemilu di DPP, tapi muaranya akan kepada ketum partai," pungkas matan Ketua Umum PB HMI ini.
(san)