Pilgub DKI jadi kuburan Partai Golkar
Kamis, 12 Juli 2012 - 16:38 WIB
Pilgub DKI jadi kuburan Partai Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Bintang Partai Golkar mulai meredup. Calon Presiden (Capres) Partai Golkar 2014 Aburizal Bakrie (Ical) mendapat peringatan. Kekalahan Alex Noerdin dalam putaran pertama Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012, menjadi kuburan bagi partai yang pernah mengalami masa keemasan di era Orde Baru ini.
Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin sudah melihat itu. Namun dia masih berharap, mitos kuburan Partai Golkar itu tidak terjadi pada Pilpres 2014 dan menimpa ketua umumnya, Ical. Dia masih membayangkan kebangkitan masa kejayaan Golkar semasa dipimpin almarhum Soeharto.
"Semoga DKI tidak menjadi mitos sebagai kuburan Golkar," ungkapnya cemas saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (12/7/2012).
Lebih lanjut, Nurul mengakui kekalahan Partai Golkar di Pilgub DKI menjadi pukulan keras bagi partai dan seluruh kader. Untuk itu Golkar akan melakuan evaluasi internal partai secara besar-besaran agar hal serupa tidak menimpa Ical.
Bahkan untuk putaran kedua Pilgub KDI, Nurul mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pengalihan dukungan kepada Alex. "Ini kan soal kebijakan partai dan juga tergantung kandidatnya lebih condong kemana. Namun ada baiknya bila dilepas saja, toh perolehannya tidak terlalu signifikan," terangnya pasrah.
Dihubungi terpisah, politikus Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa menyatakan, patuh dengan keputusan partai. Pasalnya sampai saat ini partai belum melakukan komunikasi. "Saya akan patuh terhadap Keputusan partai, belum ada keputusan partai," jelasnya.
Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin sudah melihat itu. Namun dia masih berharap, mitos kuburan Partai Golkar itu tidak terjadi pada Pilpres 2014 dan menimpa ketua umumnya, Ical. Dia masih membayangkan kebangkitan masa kejayaan Golkar semasa dipimpin almarhum Soeharto.
"Semoga DKI tidak menjadi mitos sebagai kuburan Golkar," ungkapnya cemas saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (12/7/2012).
Lebih lanjut, Nurul mengakui kekalahan Partai Golkar di Pilgub DKI menjadi pukulan keras bagi partai dan seluruh kader. Untuk itu Golkar akan melakuan evaluasi internal partai secara besar-besaran agar hal serupa tidak menimpa Ical.
Bahkan untuk putaran kedua Pilgub KDI, Nurul mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pengalihan dukungan kepada Alex. "Ini kan soal kebijakan partai dan juga tergantung kandidatnya lebih condong kemana. Namun ada baiknya bila dilepas saja, toh perolehannya tidak terlalu signifikan," terangnya pasrah.
Dihubungi terpisah, politikus Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa menyatakan, patuh dengan keputusan partai. Pasalnya sampai saat ini partai belum melakukan komunikasi. "Saya akan patuh terhadap Keputusan partai, belum ada keputusan partai," jelasnya.
(san)