Halida Hatta mundur, Gerindra bantah pecah
Senin, 09 Juli 2012 - 18:21 WIB
Halida Hatta mundur, Gerindra bantah pecah
A
A
A
Sindonews.com - Mundurnya Halida Hatta dari kepengurusan Partai Gerindra
dikabarkan karena partai itu sedang pecah. Namun partai besutan Prabowo Subianto itu membantahnya.
Menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Halida Hatta keluar karena alasan pekerjaan.
"Bukan karena adanya perpecahan, dalam surat yang diajukan ke ketua pembina, alasan pribadi, yaitu pekerjaan," tutur Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Menurut Muzani, di tempat Halida bekerja sekarang ini tidak diperkenankan aktif di partai politik (parpol). "Ibu Halida memilih kerja makanya dia mundur," kata dia.
Putri proklamator itu, dipastikan tidak ada masalah di internal partai, tidak ada kekecewaan apapun terjadi di Gerindra. Maka itu, sampai detik ini masih berharap agar Halida tetap bersama Parta Gerindra.
"Kami sangat berharap, karena beliau salah seorang pendiri dan ikut membesarkan partai," pungkasnya.
Sebelumnya, terdengar santer mundurnya Halida karena dirinya menilai Gerindra tidak lagi mempunyai kejelasan ideologi dan sistem pengkaderan.
dikabarkan karena partai itu sedang pecah. Namun partai besutan Prabowo Subianto itu membantahnya.
Menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Halida Hatta keluar karena alasan pekerjaan.
"Bukan karena adanya perpecahan, dalam surat yang diajukan ke ketua pembina, alasan pribadi, yaitu pekerjaan," tutur Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Menurut Muzani, di tempat Halida bekerja sekarang ini tidak diperkenankan aktif di partai politik (parpol). "Ibu Halida memilih kerja makanya dia mundur," kata dia.
Putri proklamator itu, dipastikan tidak ada masalah di internal partai, tidak ada kekecewaan apapun terjadi di Gerindra. Maka itu, sampai detik ini masih berharap agar Halida tetap bersama Parta Gerindra.
"Kami sangat berharap, karena beliau salah seorang pendiri dan ikut membesarkan partai," pungkasnya.
Sebelumnya, terdengar santer mundurnya Halida karena dirinya menilai Gerindra tidak lagi mempunyai kejelasan ideologi dan sistem pengkaderan.
(lns)