Golkar tarik Zulkarnaen dari Banggar DPR
Senin, 09 Juli 2012 - 16:45 WIB
Golkar tarik Zulkarnaen dari Banggar DPR
A
A
A
Sindonews.com - Zulkarnaen Djabar (ZD) akhirnya ditarik dari keanggotan Badan Anggaran (Banggar) ke Komisi VIII DPR RI. Keputusan itu tak lepas dari kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran yang menjeratnya.
Kepada wartawan, Zulkarnaen mengakui, Ketua Fraksi Partai Golkar telah menariknya dari Banggar.
"Melalui Fraksi Partai Golkar ada pergantian di Bangar. Untuk siapa pengganti saya akan ditentukan oleh pimpinan fraksi," terang Zulkarnaen saat konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Sementara itu ditemui terpisah, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Siswono Yudohusodo menyatakan siapa saja anggota DPR yang berstatus tersangka, maka harus pindah dari alat kelengkapan DPR.
"BK menyampaikan terima kasih ke Partai Golkar, karena pagi ini sudah memberi kabar tentang penarikan Zulkarnaen Djabar dari BK, dan ini sesuai putusan BK," tegasnya.
Jika seandainya, Fraksi Golkar sendiri tidak bertindak, maka BK yang akan mengambil keputusan penarikan Zulkarnaen dari Banggar.
"Jadi, inisiatif pindah Banggar pertama bisa diawali dari diri yang bersangkutan, lalu Fraksi, dan ketiga partai, baru kemudian BK," ujarnya.
Kepada wartawan, Zulkarnaen mengakui, Ketua Fraksi Partai Golkar telah menariknya dari Banggar.
"Melalui Fraksi Partai Golkar ada pergantian di Bangar. Untuk siapa pengganti saya akan ditentukan oleh pimpinan fraksi," terang Zulkarnaen saat konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Sementara itu ditemui terpisah, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Siswono Yudohusodo menyatakan siapa saja anggota DPR yang berstatus tersangka, maka harus pindah dari alat kelengkapan DPR.
"BK menyampaikan terima kasih ke Partai Golkar, karena pagi ini sudah memberi kabar tentang penarikan Zulkarnaen Djabar dari BK, dan ini sesuai putusan BK," tegasnya.
Jika seandainya, Fraksi Golkar sendiri tidak bertindak, maka BK yang akan mengambil keputusan penarikan Zulkarnaen dari Banggar.
"Jadi, inisiatif pindah Banggar pertama bisa diawali dari diri yang bersangkutan, lalu Fraksi, dan ketiga partai, baru kemudian BK," ujarnya.
(lns)