SBY & Ical harus mau temui Hari Suwandi
Senin, 09 Juli 2012 - 11:41 WIB
SBY & Ical harus mau temui Hari Suwandi
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie harus menemui korban lumpur Lapindo yang berjalan kaki ke Jakarta, Hari Suwandi, untuk menanyakan penyelesaian kasus yang telah menenggelamkan beberapa desa di Sidoarjo, Jawa Timur itu.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Indra mengatakan, SBY dan Aburizal Bakrie seharusnya mau menemui Hari Suwandi, dan Harto Wiyono yang telah berjalan kaki selama 25 hari dari Tanggul Angin, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, menuju Jakarta.
"Saya mengimbau Pak SBY, dan Pak Ical (Aburizal Bakrie) mau menemui Hari Suwandi selaku perwakilan korban lumpur Lapindo yang terpaksa, dan sudah bersusah payah berjalan kaki selama 25 hari dari Sidoarjo ke Jakarta," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/7/2012).
Dengan mau menemui Hari, Indra berharap SBY dan Ical mau segera menyelesaikan persoalan luapan lumpur Lampido yang telah terjadi selama enam tahun itu.
"Ini sangat penting, sudah lebih dari enam tahun kasus ini. Tapi persoalan korban lumpur Lapindo tidak juga selesai hingga saat ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan, aksi yang dilakukan Hari Suwandi merupakan salah satu bentuk keterpaksaan, dan bentuk frustasi dari warga Sidoarjo, Jawa Timur, dalam menghadapi penyelesaian kasus lumpur Lapindo.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Indra mengatakan, SBY dan Aburizal Bakrie seharusnya mau menemui Hari Suwandi, dan Harto Wiyono yang telah berjalan kaki selama 25 hari dari Tanggul Angin, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, menuju Jakarta.
"Saya mengimbau Pak SBY, dan Pak Ical (Aburizal Bakrie) mau menemui Hari Suwandi selaku perwakilan korban lumpur Lapindo yang terpaksa, dan sudah bersusah payah berjalan kaki selama 25 hari dari Sidoarjo ke Jakarta," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/7/2012).
Dengan mau menemui Hari, Indra berharap SBY dan Ical mau segera menyelesaikan persoalan luapan lumpur Lampido yang telah terjadi selama enam tahun itu.
"Ini sangat penting, sudah lebih dari enam tahun kasus ini. Tapi persoalan korban lumpur Lapindo tidak juga selesai hingga saat ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan, aksi yang dilakukan Hari Suwandi merupakan salah satu bentuk keterpaksaan, dan bentuk frustasi dari warga Sidoarjo, Jawa Timur, dalam menghadapi penyelesaian kasus lumpur Lapindo.
(lil)