Golkar: Kader korupsi akan diberhentikan
Jum'at, 06 Juli 2012 - 20:46 WIB
Golkar: Kader korupsi akan diberhentikan
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar mulai tegas terhadap kader yang terlibat dalam kasus korupsi. Jika benar-benar terbukti bersalah maka partai tak segan-segan menjatuhkan sanksi pecat.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo menyatakan pihaknya berlaku tegas demi citra partai.
"Ini sebagai langkah antisipasi melorotnya citra Golkar, maka harus mengambil sikap sejak dini. Karena itu sudah menyinggung akhlak, kita punya kepercayaan. Yang penting kita harus menindak lebih dini," tegas Cicip ketika dihubungi wartawan, Jumat (6/7/2012).
Namun jika perkara itu masih sebatas dimintai keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pihaknya belum bisa mengambil tindakan.
Sementara itu disinggung soal korupsi proyek pembangunan venue menembak PON Riau ke-18 Cicip meyakini Wakil Ketua Umum Partai Golkar Angung Laksono dan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto tidak terlibat.
"Yang bersangkutan sudah kami panggil menyatakan tidak ada apa-apa. Pak Agung dan Novanto, sudah kami dengar sendiri, mereka memberikan keterangan tidak ada kaitan," jelas Cicip.
Sedangkan kasus yang menerpa mantan Gubernur Gurontalo Fadel Muhammad yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, kata Cicip, sudah dihentikan penyidikkannya atau SP3.
"Kalau Fadel itu yang saya tahu hanya memberikan soal administrasi dan sudah dilakukan SP3. Kecuali, nanti ada masalah yang lain," tukasnya.
Sementara itu, terkait Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Cicip menilai wajar jika dia terlibat dengan pembangunan beberapa sarana dan prasarana PON Riau.
"Kalau Rusli itu memang hubungannya langsung dengan PON. Karena memang proyek beliau, kalau memang dia jalan kiri-kanan agar PON berhasil itu wajar saja. Bahwa di tengah jalan ada masalah itu kan masalah lain," pungkasnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo menyatakan pihaknya berlaku tegas demi citra partai.
"Ini sebagai langkah antisipasi melorotnya citra Golkar, maka harus mengambil sikap sejak dini. Karena itu sudah menyinggung akhlak, kita punya kepercayaan. Yang penting kita harus menindak lebih dini," tegas Cicip ketika dihubungi wartawan, Jumat (6/7/2012).
Namun jika perkara itu masih sebatas dimintai keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pihaknya belum bisa mengambil tindakan.
Sementara itu disinggung soal korupsi proyek pembangunan venue menembak PON Riau ke-18 Cicip meyakini Wakil Ketua Umum Partai Golkar Angung Laksono dan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto tidak terlibat.
"Yang bersangkutan sudah kami panggil menyatakan tidak ada apa-apa. Pak Agung dan Novanto, sudah kami dengar sendiri, mereka memberikan keterangan tidak ada kaitan," jelas Cicip.
Sedangkan kasus yang menerpa mantan Gubernur Gurontalo Fadel Muhammad yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, kata Cicip, sudah dihentikan penyidikkannya atau SP3.
"Kalau Fadel itu yang saya tahu hanya memberikan soal administrasi dan sudah dilakukan SP3. Kecuali, nanti ada masalah yang lain," tukasnya.
Sementara itu, terkait Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Cicip menilai wajar jika dia terlibat dengan pembangunan beberapa sarana dan prasarana PON Riau.
"Kalau Rusli itu memang hubungannya langsung dengan PON. Karena memang proyek beliau, kalau memang dia jalan kiri-kanan agar PON berhasil itu wajar saja. Bahwa di tengah jalan ada masalah itu kan masalah lain," pungkasnya.
(lns)