Komisi VIII hanya bahas gelondongan saja
Kamis, 05 Juli 2012 - 19:20 WIB
Komisi VIII hanya bahas gelondongan saja
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Keagamaan DPR RI tengah menjadi sorotan publik setelah salah satu anggotanya Zulkarnaen Djabar (ZD) ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan Alquran APBN tahun 2011.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi VIII Ingrid Kansil mengatakan pihaknya hanya membahas pengadaan Alquran secara global. Selanjutnya, proyek itu diserahkan ke Badan Anggaran (Banggar).
"Glondongan ada di komisi, selanjutnya diserahkan ke Banggar, untuk hal teknis seperti harga satuan Alquran, penetapan perusahaan dalam hal pengadaan itu wilayah eksekutif dalam hal ini Kemenag," ujar Ingrid melalui pesan singkatnya, Kamis (5/7/2012).
Menurutnya, Banggar juga tak membahas secara detail anggaran yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. "Sebaiknya tanya ke orang Banggar saja, saya engga paham apakah anggaran Alquran ini secara detail di bahas di Banggar atau tidak," tukas menyarankan.
Untuk pengadaan kitab suci ini imbuh Ingrid dianggarkan dana senilai Rp50,5 miliar. "Tapi itu bukan hanya untuk kitab suci Alquran saja tapi ada juga kitab suci agama lain," jelasnya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi VIII Ingrid Kansil mengatakan pihaknya hanya membahas pengadaan Alquran secara global. Selanjutnya, proyek itu diserahkan ke Badan Anggaran (Banggar).
"Glondongan ada di komisi, selanjutnya diserahkan ke Banggar, untuk hal teknis seperti harga satuan Alquran, penetapan perusahaan dalam hal pengadaan itu wilayah eksekutif dalam hal ini Kemenag," ujar Ingrid melalui pesan singkatnya, Kamis (5/7/2012).
Menurutnya, Banggar juga tak membahas secara detail anggaran yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. "Sebaiknya tanya ke orang Banggar saja, saya engga paham apakah anggaran Alquran ini secara detail di bahas di Banggar atau tidak," tukas menyarankan.
Untuk pengadaan kitab suci ini imbuh Ingrid dianggarkan dana senilai Rp50,5 miliar. "Tapi itu bukan hanya untuk kitab suci Alquran saja tapi ada juga kitab suci agama lain," jelasnya.
(lns)