Angie hadiahi anaknya lukisan
Kamis, 05 Juli 2012 - 14:22 WIB
Angie hadiahi anaknya lukisan
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Angelina Sondakh menyiapkan sebuah lukisan 'love' untuk putranya, Keanu Djabar Massaid.
Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie itu menyiapkan lukisan kertas untuk diberikan kepada anaknya saat menjenguknya di rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, hari Kamis adalah jadwal rutin kunjungan tahanan bagi keluarga dan kerabat.
"Mau liburan nanti kan sama Om Police. Katanya mau jalan-jalan sama Om Police," kata Angie yang terlihat senang saat dijenguk keluarganya di Rutan KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Seperti diketahui, KPK telah menahan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu sejak 27 April 2012 lalu di rumah tahanan KPK. KPK menjerat anggota Komisi X DPR itu dengan Pasal 5 ayat (2), atau Pasal 11, atau Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Selain itu, mantan Puteri Indonesia 2001 ini juga diduga terlibat dalam beberapa proyek di universitas, berupa pengadaan alat-alat laboratorium di Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie itu menyiapkan lukisan kertas untuk diberikan kepada anaknya saat menjenguknya di rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, hari Kamis adalah jadwal rutin kunjungan tahanan bagi keluarga dan kerabat.
"Mau liburan nanti kan sama Om Police. Katanya mau jalan-jalan sama Om Police," kata Angie yang terlihat senang saat dijenguk keluarganya di Rutan KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Seperti diketahui, KPK telah menahan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu sejak 27 April 2012 lalu di rumah tahanan KPK. KPK menjerat anggota Komisi X DPR itu dengan Pasal 5 ayat (2), atau Pasal 11, atau Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Selain itu, mantan Puteri Indonesia 2001 ini juga diduga terlibat dalam beberapa proyek di universitas, berupa pengadaan alat-alat laboratorium di Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
(lil)