Proyek Alquran 2012 capai Rp50 miliar
Selasa, 03 Juli 2012 - 16:34 WIB
Proyek Alquran 2012 capai Rp50 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Inggrid Kansil mengaku, tidak tahu harga satuan Alquran yang telah dibagikan ke anggota dewan. Namun secara global anggaran pengadaan Alquran tahun 2012 mencapai Rp50 miliar lebih.
Pengadaan kitab suci ini ramai diperbincangkan, setelah kader Partai Golkar Zulkarnaen Djabar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. "Saya enggak paham (harga satuan), itu kan hal teknis. Tapi secara global itu anggarannya untuk 2012, Rp50 miliar sekian," tutur Inggrid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Istri Menteri Koprasi dan UKM ini menyarankan, sebaiknya menunggu proses yang tengah ditelusuri oleh KPK. "Kita tunggu saja hasil dari KPK temuannya seperti apa," terangnya.
Inggrid menjelaskan, Alquran yang diberikan ke Komisi VIII diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan, seperti majelis taklim, dan ormas-ormas keagamaan. Dia berharap, pembagian Alquran itu merupakan sesuatu yang mudah-mudahan tidak ada kaitannya dengan dugaan mark up soal pengadaan anggarannya.
"Saya tidak paham apakah semua anggota, tapi pembagian itu ada," kata dia.
Komisi VIII, lanjut Ingrid, menerima Alqurannya untuk masyarakat yang membutuhkan tapi bukan anggarannya. "Yang kita terima kan bukan anggaran, tapi Alqurannya," terang dia.
Diakuinya, kalau memang dianggap bermasalah dan Alquran yang sudah dibagikan ingin ditarik kembali, menurutnya sepanjang memang pengadaan Alquran itu bermasalah silakan. Tapi, kalau Alquran itu tidak ada kaitannya dengan kasus salah satu anggota Komisi VIII.
"Kalau saya masih ada, karena saya belum sempat ke dapil, tapi banyak yang pesan dari masyarakat konstituen, beberapa madrasah," pungkasnya.
Pengadaan kitab suci ini ramai diperbincangkan, setelah kader Partai Golkar Zulkarnaen Djabar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. "Saya enggak paham (harga satuan), itu kan hal teknis. Tapi secara global itu anggarannya untuk 2012, Rp50 miliar sekian," tutur Inggrid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).
Istri Menteri Koprasi dan UKM ini menyarankan, sebaiknya menunggu proses yang tengah ditelusuri oleh KPK. "Kita tunggu saja hasil dari KPK temuannya seperti apa," terangnya.
Inggrid menjelaskan, Alquran yang diberikan ke Komisi VIII diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan, seperti majelis taklim, dan ormas-ormas keagamaan. Dia berharap, pembagian Alquran itu merupakan sesuatu yang mudah-mudahan tidak ada kaitannya dengan dugaan mark up soal pengadaan anggarannya.
"Saya tidak paham apakah semua anggota, tapi pembagian itu ada," kata dia.
Komisi VIII, lanjut Ingrid, menerima Alqurannya untuk masyarakat yang membutuhkan tapi bukan anggarannya. "Yang kita terima kan bukan anggaran, tapi Alqurannya," terang dia.
Diakuinya, kalau memang dianggap bermasalah dan Alquran yang sudah dibagikan ingin ditarik kembali, menurutnya sepanjang memang pengadaan Alquran itu bermasalah silakan. Tapi, kalau Alquran itu tidak ada kaitannya dengan kasus salah satu anggota Komisi VIII.
"Kalau saya masih ada, karena saya belum sempat ke dapil, tapi banyak yang pesan dari masyarakat konstituen, beberapa madrasah," pungkasnya.
(san)