PKS tolak dan kecam kampanye kondom
Senin, 25 Juni 2012 - 14:43 WIB
PKS tolak dan kecam kampanye kondom
A
A
A
Sindonews.com - Kampanye kondom yang dicanangkan Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi dalam rangka mencegah penyebaran HIV/AIDS mendapat kritikan dari sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, terutama Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Alasannya, kondom bukan satu-satunya media yang mampu mengatasi penularan HIV/AIDS, namun justru terkesan membuka peluang bagi siapapun untuk free sex.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengatakan pihaknya meragukan kondom jadi satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS.
"Kami meragukan kemampuan kondom untuk memfilter masuknya HIV, bisa saja HIV masuk melalui pori-pori kondom. Memang soal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Menurut kami, kemampuan kondom juga tidak lebih baik mengatasi penyebaran HIV," tegas Indra saat Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan (Menkes) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Menurut Indra, sebaiknya, dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDs Menkes lebih fokus pada penggunaan narkoba melalui jarum suntik. "Justru jarum suntik ini cukup potensial menularkan HIV/AIDS. Jadi seharusnya program utamanya menghindari jarum suntik narkoba, bukan kondom," tegasnya.
Indra yakin kampanye kondom oleh Menkes hanya akan menimbulkan niat jelek, bagi kelompok tertentu, seperti pekerja seks komersial (PSK). "Jadi PKS sangat keberatan dengan kampanye itu, saya dari PKS menolak dan mengecam kampanye kondomisasai," tegasnya.(lin)
Alasannya, kondom bukan satu-satunya media yang mampu mengatasi penularan HIV/AIDS, namun justru terkesan membuka peluang bagi siapapun untuk free sex.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengatakan pihaknya meragukan kondom jadi satu-satunya solusi untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS.
"Kami meragukan kemampuan kondom untuk memfilter masuknya HIV, bisa saja HIV masuk melalui pori-pori kondom. Memang soal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Menurut kami, kemampuan kondom juga tidak lebih baik mengatasi penyebaran HIV," tegas Indra saat Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan (Menkes) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Menurut Indra, sebaiknya, dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDs Menkes lebih fokus pada penggunaan narkoba melalui jarum suntik. "Justru jarum suntik ini cukup potensial menularkan HIV/AIDS. Jadi seharusnya program utamanya menghindari jarum suntik narkoba, bukan kondom," tegasnya.
Indra yakin kampanye kondom oleh Menkes hanya akan menimbulkan niat jelek, bagi kelompok tertentu, seperti pekerja seks komersial (PSK). "Jadi PKS sangat keberatan dengan kampanye itu, saya dari PKS menolak dan mengecam kampanye kondomisasai," tegasnya.(lin)
()