Dirilis jeblok LSI, Demokrat penasaran
Senin, 18 Juni 2012 - 11:32 WIB
Dirilis jeblok LSI, Demokrat penasaran
A
A
A
Sindonews.com - Baru-baru ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis penelitian tentang elektabilitas partai politik menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Hasilnya, Partai Demokrat tetap saja berada di posisi bawah setelah Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Melihat hasil survei itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Alie Assegaf penasaran dan berencana mengundang semua lembaga survei termasuk LSI untuk menjelaskan secara konprehensif soal penelitian. Selanjutnya, oleh Demokrat akan dijadikan bahan evaluasi.
"Selama ini kami kan hanya mengetahui hasilnya saja, jadi kami ingin tahu lebih dalam lagi, sehingga Fraksi akan mengundang semua lembaga survei," tutur Nurhayati di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Namun Nurhayati menyadari, survei itu dilakukan di saat Partai Demokrat sedang diterpa isu kasus korupsi. Menurut analisanya, survei-survei itu selalu dikaitkan dengan kasus dan persidangan M. Nazarudin serta kasus korupsi lainnya.
Terlepas dari itu semua, selama ini lanjut Nurhayati, Demokrat selalu mendukung program pemerintah. "Di balik Kasus, sebetulnya banyak sekali program-program pemerintahan Pak SBY, Demokrat sebagai pendukung, ini yang saya tidak ketahui," ujarya.
Banyak sekali program pemerintah yang pro rakyat, bahkan tidak bisa dinafikkan bahwa banyak program-program itu semua berhasil.
Nurhayati tidak mau menuding lembaga survei yang ada selama ini jauh dari realitas. Tapi Nurhayati mengaku selalu penasaran di balik hasil survei itu.
"Saya ingin mengetahui apa yang disurvei sebenarnya oleh lembaga survei itu. Bukan hanya hasil surveinya, tapi harus lengkap, tidak ada yang salah dengan survei itu, hanya kita ingin transparansi, apa saja yang disurvei, siapa saja yang di survei," tukasnya.
Seperti diketahui hasil survei LSI tentang elektabilitas parpol menjelang Pipres 2014. Partai Golkar 20,9 persen, PDIP 14 persen dan Partai Demokrat 11,3 persen.(lin)
Hasilnya, Partai Demokrat tetap saja berada di posisi bawah setelah Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Melihat hasil survei itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Alie Assegaf penasaran dan berencana mengundang semua lembaga survei termasuk LSI untuk menjelaskan secara konprehensif soal penelitian. Selanjutnya, oleh Demokrat akan dijadikan bahan evaluasi.
"Selama ini kami kan hanya mengetahui hasilnya saja, jadi kami ingin tahu lebih dalam lagi, sehingga Fraksi akan mengundang semua lembaga survei," tutur Nurhayati di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/6/2012).
Namun Nurhayati menyadari, survei itu dilakukan di saat Partai Demokrat sedang diterpa isu kasus korupsi. Menurut analisanya, survei-survei itu selalu dikaitkan dengan kasus dan persidangan M. Nazarudin serta kasus korupsi lainnya.
Terlepas dari itu semua, selama ini lanjut Nurhayati, Demokrat selalu mendukung program pemerintah. "Di balik Kasus, sebetulnya banyak sekali program-program pemerintahan Pak SBY, Demokrat sebagai pendukung, ini yang saya tidak ketahui," ujarya.
Banyak sekali program pemerintah yang pro rakyat, bahkan tidak bisa dinafikkan bahwa banyak program-program itu semua berhasil.
Nurhayati tidak mau menuding lembaga survei yang ada selama ini jauh dari realitas. Tapi Nurhayati mengaku selalu penasaran di balik hasil survei itu.
"Saya ingin mengetahui apa yang disurvei sebenarnya oleh lembaga survei itu. Bukan hanya hasil surveinya, tapi harus lengkap, tidak ada yang salah dengan survei itu, hanya kita ingin transparansi, apa saja yang disurvei, siapa saja yang di survei," tukasnya.
Seperti diketahui hasil survei LSI tentang elektabilitas parpol menjelang Pipres 2014. Partai Golkar 20,9 persen, PDIP 14 persen dan Partai Demokrat 11,3 persen.(lin)
()