Popularitas Ical tersangkut kasus Lapindo

Selasa, 12 Juni 2012 - 07:40 WIB
Popularitas Ical tersangkut...
Popularitas Ical tersangkut kasus Lapindo
A A A
Sindonews.com - Langkah Partai Golkar untuk menaikkan elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (capres) 2014 dinilai sulit dilakukan. Sebab, Ketua Umum DPP Partai Golkar itu masih terikat sejumlah masalah besar. Di antaranya soal lumpur Lapindo dan kasus pajak.

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego mengatakan, kasus lumpur Lapindo dan pajak ini akan menyandera Ical untuk maju sebagai capres. "Kalau Ical tidak ingin menjadi presiden, barang kali kasus lumpur Lapindo ini (soal) teknis saja, ada ganti rugi sudah selesai," ungkap Indria di Jakarta, Senin 11 Juni 2012 kemarin.

Dia juga menilai tidak ada korelasi positif antara tingginya elektabilitas Partai Golkar saat ini dengan elektabilitas Ical. Menurut Indria, persoalan elektabilitas seseorang sebenarnya ditentukan oleh masyarakat. Sebab, masyarakat yang akan secara langsung memilih calon pemimpin mereka.

"Pilpres ini dilakukan secara langsung, jadi tergantung pada persepsi masyarakat terhadap yang dipilih," tandasnya.

Menurut dia, untuk menaikkan elektabilitas Ical, tim sukses harus bekerja keras. Terutama mengurangi tekanan masyarakat terhadap kedua kasus itu meski hal itu berat untuk dilakukan. Apalagi, ujarnya, waktu untuk melakukan itu hanya tersisa dua tahun saja.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Tantowi Yahya menyatakan, kedua masalah yang menimpa Ical sudah selesai semua. Menurut dia,sudah ada usulan untuk membuat panitia khusus (pansus) untuk kasus pajak, tetapi tidak direspons DPR.

"Itu kan sebuah forum untuk membuka dengan terang-benderang siapa yang salah. Tapi tawaran dari Golkar tidak ditanggapi fraksi lain," ungkapnya. (san)
()
Berita Terkini
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved