Skenario asing di balik rentetan insiden Papua

Minggu, 10 Juni 2012 - 11:45 WIB
Skenario asing di balik...
Skenario asing di balik rentetan insiden Papua
A A A
Sindonews.com - Insiden penembakan dan aksi kekerasan di Papua yang terus terjadi belakangan ini mendapat perhatian serius dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab insiden itu terus terjadi dan selalu menelan korban jiwa.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menduga dari rentetan gejolak di wilayah Indonesia paling timur itu ada peran tangan asing.

"Jika melihat wilayah penyebaran dan waktu kejadiannya, terlihat jelas kasus itu sepertinya terorganisir dengan rapi, sistematis dalam memilih sasaran, direncanakan dengan baik dan dengan biaya yang cukup besar melalui 'operator lokal' di lapangan," ujar Hasanudin melalui rilisnya, Minggu (10/6/2012).

Dari data yang diperolehnya, dalam 18 bulan terakhir ini insiden itu terjadi hampir di semua kota di wilayah Papua. Dan hampir setiap kejadian itu terdapat korban jiwa.

"Di Sorong misalnya, satu orang warga sipil meninggal, di Puncak Jaya tujuh orang aparat meninggal dan satu luka, warga sipil yang ikut jadi korban meninggal lima orang dan luka dua orang, di Mulia satu orang aparat meninggal, di Wamena satu orang aparat meninggal," papar Hasanudin.

Selain itu, insiden di Abepura juga menewaskan empat warga sipil. Sedangkan di Jayapura, satu aparat meninggal, lima warga sipil meninggal.

Di Merauke dua aparat meninggal, di Timika/Mimika tiga aparat meninggal dan satu luka, korban dari warga sipil tiga luka, di Paniai satu warga sipil meninggal dan empat luka.

Menurut dia, tujuan dari aksi-aksi itu untuk menciptakan instabilitas dan mendorong serta mempercepat Papua keluar dari wilayah NKRI.

Ketika skenario itu muncul, maka yang diharapkan pemerintah dan aparat daerah dalam kondisi tidak solid. "Pemda tidak efektif sama sekali, disusul dengan riuh rendahnya pilkada yang menimbulkan ketegangan-ketegangan baru," ungkapnya.

Sementara itu, aparat intelijen hampir tak berdaya mengungkap dalang dari semua kejadian-kejadian di atas. "Malah terkesan saling curiga satu sama lain," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesa Perjuangan (PDIP).(lin)
()
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved