BPK temukan 28 perjalanan dinas fiktif

Rabu, 30 Mei 2012 - 19:40 WIB
BPK temukan 28 perjalanan...
BPK temukan 28 perjalanan dinas fiktif
A A A
Sindonews.com - Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan, 28 perjalanan fiktif di pemerintahan.

Perjalanan itu meliputi pembayaran perjalanan dinas ganda, belanja perjalanan dinas yang tidak sesuai bukti pertanggungjawaban, pembayaran belanja perjalanan dinas atas kegiatan yang tidak dilaksanakan, dan pembayaran biaya perjalanan dinas yang tidak didukung bukti.

"Temuan tersebut terjadi di 28 kementerian atau lembaga dan totalnya mencapai Rp29,32 miliar plus USD150.650," ujar Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (30/5/2012).

Ditambahkan dia, dalam melakukan perjalan dinas, sebaiknya suatu lembaga atau kementerian menggunakan sistem pertanggungjawaban pelaksanaan perjalanan dinas secara at cost yang dinilai lebih baik dalam mengurangi penyimpangan dibandingkan secara lumpsum.

Namun, lembaga auditor negara ini mengatakan, sistem at cost masih memerlukan pengawasan yang lebih baik dan ketat dari atasan langsung.

"Kami mengharapkan pemerintah mengambil langkah perbaikan atas permasalahan tersebut, sehingga tidak lagi terjadi di masa mendatang," ungkapnya. (san)
()
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved