Efektivitas pemerintahan, PKS ingin koalisi kecil

Kamis, 24 Mei 2012 - 08:35 WIB
Efektivitas pemerintahan,...
Efektivitas pemerintahan, PKS ingin koalisi kecil
A A A
Sindonews.com - Koalisi kecil setelah Pemilu 2014 dinilai lebih efektif dibandingkan menjalin koalisi besar seperti yang terjadi saat ini di Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, sudah saatnya membentuk koalisi kecil demi sistem pemerintahan yang efektif.

Dia menjelaskan, jika koalisinya tidak terlalu besar,pemerintahan akan berjalan lebih efektif.

“Hal itu bisa diwujudkan melalui presidential threshold yang moderat. Saya kira presidential threshold yang besarannya sama dengan parliamentary threshold(PT) akan moderat. Ini agar kita kembali ke filosofi awal bahwa dalam masa transisi dan regenerasi kepemimpinan nasional, perlu insentif konstitusi bagi calon-calon presiden,” katanya di Jakarta kemarin.

Anis menyatakan, semua pihak perlu mendorong partai politik menengah untuk mengajukan calon-calon presidennya. Menurut dia, presidential threshold yang besarannya disamakan dengan PT juga memiliki kegunaan lain.

Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan capres dan semua pihak tidak perlu lagi melakukan politik dagang sapi dengan koalisi seperti sekarang ini.

Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edi mengemukakan, ada tiga pertimbangan yang dipegang partainya soal presidential threshold. Pertama, sebenarnya rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpinnya dengan jumlah yang memadai.

Kedua, pilpres yang akan datang harus bisa mengakomodasi kesederhanaan dalam demokrasi. Ketiga, pilpres harus mempertimbangkan jalannya pemerintahan. “Jadi,berbicara presidential threshold, titik ideal ada di tengah adalah 3,5–20 persen suara nasional meskipun idealnya 15 persen. Kalau 15 persen, saya kira akan muncul empat calon. Itu bisa menyederhanakan,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengungkapkan, jika presidential threshold besarannya 20 persen, tidak akan ada banyak calon.

Sementara ada gejala tidak sehat di mana mereka yang sudah tiga kali ikut pilpres akan kembali maju pada 2014.

“Jadi sebaiknya angka presidential threshold dikembalikan seperti pada Pilpres 2004.Partai yang lolos PT boleh mencalonkan capres. Kalau dikatakan memperbanyak capres, buktinya Pilpres 2004 hanya ada lima calon,” pungkas dia.(lin)
()
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved