Tangkap Neneng, KPK-Polri koordinasi

Selasa, 15 Mei 2012 - 13:58 WIB
Tangkap Neneng, KPK-Polri...
Tangkap Neneng, KPK-Polri koordinasi
A A A
Sindonews.com - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengaku jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta bantuannya untuk menangkap Neneng Sri Wahyuni, istri terpidana suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin.

Namun, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Sutarman enggan memberi tahu dimana Neneng saat ini bersembunyi. Alasannya adalah agar tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tidak kabur.

"Saya tidak mau mengatakan dimana ibu Neneng berada, nanti dia bisa kabur lagi. Saya tidak pernah mengatakan ibu Neneng ada di negara A, B atau C," ungkap Sutarman saat ditemui wartawan di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2012).

Sutarman membantah mengalami kesulitan dalam penangkapan Neneng. Dia hanya mengikuti keinginan KPK dalam melihat mana yang digunakan sebagai justice colabolator dan mana yang memang benar-benar akan ditindaklanjuti. "Ini kan yang menangani KPK," singkatnya.

Secara prinsip, polisi itu tidak bisa melakukan penyidikan, penangkapan di negara lain. "Kalau kita melakukan penyidikan di negara lain tanpa bekerja sama dengan polisi setempat, maka akan ditangkap," terangnya.

Oleh karena itulah, Polri mempunyai kerja sama international police (Interpol), karena yang bisa memproses hukum di negara itu adalah polisi setempat. Sehingga Polri bisa minta tolong agar buronan indonesia itu ditangkap.

Dijelaskannya, kalau sudah ditangkap maka buronan akan diserahkan ke imigrasi kemudian diserahkan ke imigrasi Indonesia untuk melakukan penangkapan di wilayah Republik Indonesia. "Wilayah Indonesia mana saja, wilayah kita yang ada di Republik Indonesia, pesawat kita yang berbendera RI, dan kapal Indonesia yang berlayar. Kemudian kedubes Republik Indonesia," jelasnya.

KPK sendiri diakuinya sudah meminta bantuan ke polisi agar seluruh buronan yang lari keluar negeri, termasuk Neneng untuk ditelusuri Interpol kemudian dikirim red notice lalu dikirimkan ke negara-negara tersebut. "Sehingga kita meminta tolong penangkapan," tandasnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved