Kedok Ical dibuka, jika ngotot jadi Capres
Kamis, 03 Mei 2012 - 11:34 WIB
Kedok Ical dibuka, jika ngotot jadi Capres
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Aburizal Bakrie menuju pemilihan presiden pada 2014 mendatang kembali mendapatkan kendala. Kendala tersebut saat ini justru datang dari kader Golkar sendiri yang menolak Ical (sapaan akrab Aburizal Bakrie), untuk mencalonkan dirinya sebagai Capres 2014.
Penolakan sendiri kali ini datang dari Ketua DPD II Banda Aceh Muntasir Hamid. Hamid dengan tegas menolak jika partai Golkar mengusungnya pada pilpres 2014 mendatang. Bahkan, Hamid mengancam akan membuka seluruh kedok Ical jika dia tetap bersikeras maju dalam pemilihan.
"Kalau dia (Ical) masih bergerak, saya akan buka bagaimana skandal pemilihan ical di Pekanbaru," ujar Hamid saat dihubungi wartawan, Kamis, (3/5/2012).
Hamid juga menjelaskan, untuk menghentikan langkah Ical dalam pilpres, sudah ada beberapa DPD II yang sedang menuju ke Jakarta untuk melakukan konsulidasi untuk penyelamatan partai, seperti dari Almahera, Ternatai dan Sumatera.
"Intinya kita ingin menyelamatkan partai, itu saja dari kehancuran," ujarnya.
Pasalnya, berdasarkan hasil keputusan Rapimnas II, menurut Muntasir, adalah hasil dari permainan Ical. Bahkan, menurutnya,pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II tersebut DPD II tidak memiliki suara, dan terkesan Rapimnas II itu dikondisikan. "Itu menurut dia (Ical) saja," singkatnya.
"Dia itu bukan Tuhan, jangan seenaknya saja, lihat dulu Lapindonya, jangan mentang-mentang kaya, kita bukan pengemis. Jual cabe pun kita masih bisa hidup. Kenapa harus Ical saja, kan masih banyak calon-calon lain, seperti Mbak Tutut, Sri Sultan, Akbar Tanjung dan JK, " tandasnya. (wbs)
Penolakan sendiri kali ini datang dari Ketua DPD II Banda Aceh Muntasir Hamid. Hamid dengan tegas menolak jika partai Golkar mengusungnya pada pilpres 2014 mendatang. Bahkan, Hamid mengancam akan membuka seluruh kedok Ical jika dia tetap bersikeras maju dalam pemilihan.
"Kalau dia (Ical) masih bergerak, saya akan buka bagaimana skandal pemilihan ical di Pekanbaru," ujar Hamid saat dihubungi wartawan, Kamis, (3/5/2012).
Hamid juga menjelaskan, untuk menghentikan langkah Ical dalam pilpres, sudah ada beberapa DPD II yang sedang menuju ke Jakarta untuk melakukan konsulidasi untuk penyelamatan partai, seperti dari Almahera, Ternatai dan Sumatera.
"Intinya kita ingin menyelamatkan partai, itu saja dari kehancuran," ujarnya.
Pasalnya, berdasarkan hasil keputusan Rapimnas II, menurut Muntasir, adalah hasil dari permainan Ical. Bahkan, menurutnya,pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II tersebut DPD II tidak memiliki suara, dan terkesan Rapimnas II itu dikondisikan. "Itu menurut dia (Ical) saja," singkatnya.
"Dia itu bukan Tuhan, jangan seenaknya saja, lihat dulu Lapindonya, jangan mentang-mentang kaya, kita bukan pengemis. Jual cabe pun kita masih bisa hidup. Kenapa harus Ical saja, kan masih banyak calon-calon lain, seperti Mbak Tutut, Sri Sultan, Akbar Tanjung dan JK, " tandasnya. (wbs)
()