Marzuki Alie: Malaysia perlu diberi pelajaran

Kamis, 26 April 2012 - 19:00 WIB
Marzuki Alie: Malaysia...
Marzuki Alie: Malaysia perlu diberi pelajaran
A A A
Sindonews.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan pengambilan organ tubuh TKI asal Lombok di Malaysia merupakan pelanggaran HAM yang sangat keji. Malaysia, katanya, harus diberi pelajaran melalui jalur International.

"Ini kejahatan HAM yang luar biasa keji. Saya pikir perlu diberi pelajaran, tanpa kekerasan namun dengan memanfaatkan hukum Internasional," ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/4/2012).

Selain itu, Marzuki meminta Komnas HAM mengawal kasus yang tidak manusiawi ini diusut tuntas. "Komnas HAM harus ikut mendorong keluarga untuk menyelesaikan pelanggaran HAM. Masalah DPR kita tunggu komisi terkait untuk menindak lanjuti," terangnya.

Seperti diketahui, tiga TKI asal Pancor Kopong, Pringgasela Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yakni Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon tewas ditembak polisi Diraja Malaysia. Pihak Malaysia menyebut mereka melakukan penyerangan saat akan ditangkap.

Ketika dipulangkan pada 5 April 2012, Migrant Care menyebut di ketiga jenazah tersebut ditemukan jahitan tidak wajar, yakni di kedua mata, dada, dan perut bagian bawah. Diduga ada organ tubuh yang diambil. (san)
()
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved