Taufik Kemas: Megawati sudah kalah tiga kali

Kamis, 26 April 2012 - 15:18 WIB
Taufik Kemas: Megawati...
Taufik Kemas: Megawati sudah kalah tiga kali
A A A
Sindonews.com - Ketua MPR Taufiq Kiemas Taufiq Kiemas mengaku prihatin dengan menurunnya elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga istrinya sendiri, yakni Megawati Soekarnoputri.

Tak hanya itu, Taufik juga mengaku aneh kenapa justru elektibilitas Ketua Umum Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie yang justru malah naik dan berada di atas Megawati yang dikenal banyak memiliki kader militan.

"Kesalahan DPP, kenapa kalah sama Pak Prabowo dan Pak Ical, buat saya aneh juga," ujar Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/4/2012).

Menurut Taufiq, DPP harus mencari trobosan baru dengan mengevaluasi kinerjanya. Agar dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 tidak dipecundangi kembali oleh lawan-lawan politiknya. "Sudah oposisi sendirian, kenapa elektabilitas enggak bisa naik, DPP harus cari tahu," tegas Taufik.

Lebih jauh, Taufiq menganggap wajar jika banyak kader PDIP yang ingin mencapreskan Mega kembali. Karena kesal dan ingin membalas sakit hati pada Pilpres sebelumnya. "Orang kadang lupa, orang tidak pernah merasakan suami yang istrinya kalah tiga kali, Mbak Puan (Puan Maharani) Ibunya kalah tiga kali," tukasnya. (san)
()
Berita Terkini
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved