KPK : Seharusnya kalimat wajar dan maklum itu dihilangkan

Rabu, 18 April 2012 - 18:03 WIB
KPK : Seharusnya kalimat...
KPK : Seharusnya kalimat wajar dan maklum itu dihilangkan
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengeluhkan salah satu faktor yang paling penting dalam rangka integrasi untuk memberantas korupsi yang makin marak di Indonesia.

Menurut Direktur Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Dedie A Rachim, sulitnya untuk memberantas korupsi di Indonesia saat ini sebagian besar dikarenakan faktor kata kata yang sudah mendarah daging di masyrakat saat ini.

“Seharusnya kalimat wajar dan maklum itu dihilangkan saja dari kamus. Hal itu karena menjadi kendala kita saat ini untuk melakukan inetgrasi,“ ujar Dedi dalam acara Perspektif global dan gerakan nasional menuju wilayah bebas korupsi” di Hotel Saripan Pacific Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Kalimat tersebut, menurut Dedi, menjadi alasan masyrakat ketika melakukan hal hal yang sebenarnya berkaitan dengan tindak pidana korupsi walaupun masih dalam skala yang cukup kecil. Hal tersebut terlihat dalam kehidupan sehari hari masyrakat yang menilai wajar jika harus membayar hal hal yang seharunya tidak perlu mereka bayar.

Oleh karena itu, KPK pun kemudian sedang merancang sebuah rencana baru agar proyek integritas tersebut nantinya bisa berjalan dengan lancar tanpa haru terkendala dengan kalimart“ wajar“ ataupun“ maklum“ kedepannya.

“Harus ada terobosan dan perspektif baru dari seluruh kalangan untuk penbangunan integritas kedepan,“ sarannya. (wbs)

()
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved