Laporan tugas berlarut larut mendominasi di Ombudsman
Rabu, 18 April 2012 - 18:00 WIB
Laporan tugas berlarut larut mendominasi di Ombudsman
A
A
A
Sindonews.com - Dari berbagai motif pelaporan keluhan masyarakat mengenai instansi pemerintah, ternyata kasus penundaan tugas yang berlarut larut menduduki posisi puncak laporan dengan jumlah 784 laporan yang telah diterima Ombudsman sekitar tahun 2011 hingga saat ini.
Menurut penjelasan Khoirul Anwar selaku anggota Ombudsman, pihaknya juga menerima berbagai macam keluhan keluhan masyrakat yang disampaikan melalui berbagai cara pelaporan.
“Penyalahgunaan wewenang 328 laporan, keberpihakan 127 laporan, Tidak memberikan pelayanan 151 laporan, Penyimpangan prosedur 162 laporan, serta permintaan uang ataupun barang serta jasa 139 laporan,“ beber Khoirul Anwar dalam acara Perspektif global dan gerakan nasional menuju wilayah bebas korupsi” di Hotel Saripan Pacific Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Khoirul pun mengakui bahwa tidak semua laporan yang telah diterima tersebut ditangani secara mendalam oleh Ombudsman. Namun, Khoirul berusaha dengan cara cara persuasif kepada pihak yang terlapor untuk membantu menyelesaikan hal tersebut.
“Pada dasarnya kita memfasilitasi masyrakat untuk menyampaikan keluhan dan bukan mematikan keluhan mereka. Namun, kita lebih bertindak persuasif kepada terlapor dengan mengkonfirmasi mengenai laporan tersebut,“ jelasnya. (wbs)
Menurut penjelasan Khoirul Anwar selaku anggota Ombudsman, pihaknya juga menerima berbagai macam keluhan keluhan masyrakat yang disampaikan melalui berbagai cara pelaporan.
“Penyalahgunaan wewenang 328 laporan, keberpihakan 127 laporan, Tidak memberikan pelayanan 151 laporan, Penyimpangan prosedur 162 laporan, serta permintaan uang ataupun barang serta jasa 139 laporan,“ beber Khoirul Anwar dalam acara Perspektif global dan gerakan nasional menuju wilayah bebas korupsi” di Hotel Saripan Pacific Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Khoirul pun mengakui bahwa tidak semua laporan yang telah diterima tersebut ditangani secara mendalam oleh Ombudsman. Namun, Khoirul berusaha dengan cara cara persuasif kepada pihak yang terlapor untuk membantu menyelesaikan hal tersebut.
“Pada dasarnya kita memfasilitasi masyrakat untuk menyampaikan keluhan dan bukan mematikan keluhan mereka. Namun, kita lebih bertindak persuasif kepada terlapor dengan mengkonfirmasi mengenai laporan tersebut,“ jelasnya. (wbs)
()