Pengamat : Tak masalah SBY tak undang menteri PKS
Selasa, 17 April 2012 - 20:33 WIB
Pengamat : Tak masalah SBY tak undang menteri PKS
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri tak diundang dalam rapat pembahasan soal gempa Aceh kemarin di Istana Bogor. hal tersebut tak akan menimbulkan masalah, sebab PKS bisa berdiri sendiri.
Peneliti Senior Center For Strategis and International Studies (CSIS) JB Kristiadi menganggap mengatakan, ini adalah kali kedua menteri PKS tak diundang dalam rapat. Dalam beberapa waktu sebelumnya, Menteri Pertanian asal PKS Suswono juga tak diundang dalam rapat pembahasan APBNP 2012.
"Sebenarnya tidak ada masalah dengan tidak diikutsertakannya PKS. Sebab, partai tersebut bisa berdiri sendiri, mempunyai karakter, dan mempunyai prinsip. Hal ini tidak akan menjadi masalah jika PKS keluar dari partai koalisi," Ucapnya usai menjadi pembicara dalam Rapimnas Partai Damai Sejahtera (PDS), di Hotel Kartika Candra (17/4/2012).
Dirinya menambahkan, jika partai tersebut tetap berada di dalam koalisi, maka PKS akan dianggap sebagai partai opurtunitis yang hanya memanfaatkan kedudukan.
"Jadi nanti dianggap tidak sejalan dengan putusan-putusan yang ada dalam koalisi. Hal ini yang malah mencemarkan nama PKS yang sudah ada kredibilitasnya itu," pungkasnya. (wbs)
Peneliti Senior Center For Strategis and International Studies (CSIS) JB Kristiadi menganggap mengatakan, ini adalah kali kedua menteri PKS tak diundang dalam rapat. Dalam beberapa waktu sebelumnya, Menteri Pertanian asal PKS Suswono juga tak diundang dalam rapat pembahasan APBNP 2012.
"Sebenarnya tidak ada masalah dengan tidak diikutsertakannya PKS. Sebab, partai tersebut bisa berdiri sendiri, mempunyai karakter, dan mempunyai prinsip. Hal ini tidak akan menjadi masalah jika PKS keluar dari partai koalisi," Ucapnya usai menjadi pembicara dalam Rapimnas Partai Damai Sejahtera (PDS), di Hotel Kartika Candra (17/4/2012).
Dirinya menambahkan, jika partai tersebut tetap berada di dalam koalisi, maka PKS akan dianggap sebagai partai opurtunitis yang hanya memanfaatkan kedudukan.
"Jadi nanti dianggap tidak sejalan dengan putusan-putusan yang ada dalam koalisi. Hal ini yang malah mencemarkan nama PKS yang sudah ada kredibilitasnya itu," pungkasnya. (wbs)
()