Bantuan siswa miskin tergantung APBNP

Kamis, 05 April 2012 - 05:07 WIB
Bantuan siswa miskin...
Bantuan siswa miskin tergantung APBNP
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan Nasional menyebutkan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) akan disesuaikan dengan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal tersebut seperti diutarakan Wakil menteri pendidikan Nasional, Mohammad Nuh kepada wartawan, usai menyampaikan pidato pembuka dalam acara Seminar Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2012).

"Sebetulnya, mau ada kenaikan atau tidak mengenai harga BBM, apabila ada perubahan APBN maka anggaran pendidikan juga berubah," ujar Nuh.

Anggaran pendidikan dialokasikan sebesar 20 persen dalam APBN. Apabila ada perubahan APBN, maka anggaran pendidikan akan disesuaikan dan mengubah fungsi dalam proses pelaksanaan pendidikan itu sendiri.

Atas dasar itu, diakui Nuh, saat ini pihaknya telah menyiapkan program BSM yang saat ini membiayai 6 juta siswa di seluruh Indonesia, akan diperluas jumlah siswa yang akan menerima BSM. Namun, saat ini rencana tersebut belum dilaksanakan lantaran harga BBM bersubsidi belum naik.

"Penerima bantuan siswa miskin yang baru tadi itu ditahan dulu tapi kami sudah siapkan data-datanya jika sewaktu-waktu ada perubahan tinggal diluncurkan saja," terang M Nuh.
()
Berita Terkini
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved