Menkum HAM selidiki pemukulan Denny Indrayana

Selasa, 03 April 2012 - 12:13 WIB
Menkum HAM selidiki...
Menkum HAM selidiki pemukulan Denny Indrayana
A A A
Sindonews.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsudin masih terus menyelidiki kabar pemukulan yang dilakukan wakilnya Denny Indrayana saat sedang melakukan sidak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pekanbaru, pada Senin, 2 April 2012 sekira pukul 02.30 WIB.

Kendati begitu, Amir mengaku masih belum bisa membenarkan atau membantah perihal kabar tersebut. "Masih diselidiki, saya belum tahu persis. Sudah ya, saya lagi rapat," ujar Amir saat dihubungi, Selasa (3/4/2012).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu bermula saat Denny bersama timnya melakukan penggerebekan di Lapas Kelas II A Pekanbaru Jalan Kapling, Pekanbaru, Riau.

Saat akan memasuki pintu gerbang, petugas langsung menghadang rombongan yang berjumlah sekira 30 orang yang datang pukul 03.00 WIB. Karena tidak mendapat izin dari atasannya, petugas itu bersikeras menahan rombongan. Di saat itulah, diduga Denny melakukan penamparan kepada petugas itu.

Setelah berhasil masuk Lapas, tim langsung melakukan penangkapan terhadap tiga narapidana yakni Jupri Tanjung, Josep Luku, Husen dan petugas sipir bernama Kasman. Mereka diduga kuat terkait jaringan narkoba nasional.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Riau Djoni Muhammad mengaku pihaknya tidak mengetahui tentang adanya sidak yang dilakukan oleh Kemenkum HAM bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

"Kita duga, tiga napi yang dibawa itu terkait narkoba dan money laundring. Saat ini para napi dan sipir LP sudah dibawa ke Jakarta. Terkait adanya penganiayaan, kita akan lakukan cros check dulu," kata Djoni.

Kabar pemukulan itu pun langsung menyebar melalui BlackBerry Messanger (BBM). Berikut pesan yang disampaikan dalam BBM itu: "Ngeri, ngaku pendekar hukum dan jadi pejabat kok kelakuan mirip preman. Agun Gunadjar baru saja sms pesannya: Pak lapor Wamenkum HAM menampar petugas Portir/petupas pintu LP Pekanbaru karena terlambat membuka pintu. Ajudannya ikut menendang. Di tempat lain, petugas diperlakukan tidak manusiawi". (san)
()
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
China Rilis Laporan...
China Rilis Laporan Pelanggaran HAM Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved