Golkar ogah disamakan dengan PKS
Senin, 02 April 2012 - 15:10 WIB
Golkar ogah disamakan dengan PKS
A
A
A
Sindonews.com - Kendati sama-sama menolak rencana Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Partai Golongan Karya (Golkar) enggan dikatakan sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, Golkar lebih moderat dari PKS dalam menyikapi kenaikan BBM. Kendati begitu, pihaknya sangat menghargai sikap politik PKS dalam menyikapi kenaikan BBM.
"Harus saya akui, Golkar dalam sudut pandang yang hampir sama dengan yang dipikirkan PKS. Bedanya, kami lebih memilih jalan moderat, tidak menaikkan harga BBM, tapi juga tidak antipati," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/2012).
Menurut Priyo, sebagai partai pendukung pemerintah, langkah PKS cukup radikal. Namun apapun itu, harus dihargai oleh koalisi. "Rupanya PKS mengambil jalan lain, yang sebagian dianggap sangat radikal. Tapi itu harus dipilih dan saya menghormati itu," terangnya.
Menurut Wakil Ketua DPR ini, awalnya Partai Golkar mengira PKS akan ikut opsi Golkar mengingat, PKS mengajukan Indonesia Crude Price (ICP) 20 persen dalam kurun waktu tiga bulan. Tapi ternyata mereka memilih opsi lain.
"PKS tawarkan 20 persen 3 bulan, dan Golkar 15 persen 6 bulan. Sebenarnya kami nyambung di sana. Dugaan akhir kami, PKS akan ikut opsi yang ditawarkan Golkar. Tapi lagi-lagi, kita harus hormati pilihan di menit-menit terakhir," ungkapnya.
Terkiat dengan sikap PKS yang memilih opsi berbeda dengan anggota Setgab lain, Priyo enggan mengomentari apakah PKS harus Keluar dari setgab atau tidak. "Saya tidak menyarankan apapun, karena PKS punya pertimbangan-pertimbangan tertentu yang harus dihormati," tandasnya. (san)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, Golkar lebih moderat dari PKS dalam menyikapi kenaikan BBM. Kendati begitu, pihaknya sangat menghargai sikap politik PKS dalam menyikapi kenaikan BBM.
"Harus saya akui, Golkar dalam sudut pandang yang hampir sama dengan yang dipikirkan PKS. Bedanya, kami lebih memilih jalan moderat, tidak menaikkan harga BBM, tapi juga tidak antipati," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/2012).
Menurut Priyo, sebagai partai pendukung pemerintah, langkah PKS cukup radikal. Namun apapun itu, harus dihargai oleh koalisi. "Rupanya PKS mengambil jalan lain, yang sebagian dianggap sangat radikal. Tapi itu harus dipilih dan saya menghormati itu," terangnya.
Menurut Wakil Ketua DPR ini, awalnya Partai Golkar mengira PKS akan ikut opsi Golkar mengingat, PKS mengajukan Indonesia Crude Price (ICP) 20 persen dalam kurun waktu tiga bulan. Tapi ternyata mereka memilih opsi lain.
"PKS tawarkan 20 persen 3 bulan, dan Golkar 15 persen 6 bulan. Sebenarnya kami nyambung di sana. Dugaan akhir kami, PKS akan ikut opsi yang ditawarkan Golkar. Tapi lagi-lagi, kita harus hormati pilihan di menit-menit terakhir," ungkapnya.
Terkiat dengan sikap PKS yang memilih opsi berbeda dengan anggota Setgab lain, Priyo enggan mengomentari apakah PKS harus Keluar dari setgab atau tidak. "Saya tidak menyarankan apapun, karena PKS punya pertimbangan-pertimbangan tertentu yang harus dihormati," tandasnya. (san)
()