Terlalu semangat, PKS salah teriakkan slogan
Jum'at, 30 Maret 2012 - 17:15 WIB
Terlalu semangat, PKS salah teriakkan slogan
A
A
A
Sindonews.com - Barangkali ini akibat terlalu semangatnya ingin menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) salah meneriakkan slogannya saat mengawali pandangan fraksi-fraksi dalam Sidang Paripurna BBM tadi siang.
Saat telah berada di atas podium, Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim yang ditunjuk sebagai juru bicara fraksi ini langsung berteriak, "Hidup penderitaan rakyat, merdeka!" Sontak teriakan Abdul Hakim ini mengundang tawa dan komentar dari peserta sidang.
"Penderitaan rakyat kok hidup," terdengar teriakan dari salah seorang anggota DPR, saat sidang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Namun, Abdul Hakim bergeming, dia tak perduli suara tawa dan teriakan yang terdengar riuh itu mengomentari dirinya. Dia pun mulai membacakan pandangan fraksi. "FPKS istiqomah dengan sikap, menolak kenaikan harga BBM," ujarnya kemudian.
Seperti disampaikan dalam pidato Presiden PKS pada Musyawarah Kerja Nasional di Medan, PKS bersama rakyat akan membela kepentingan rakyat.
Pihakya tetap mendukung agar tidak ada perubahan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Nasional Pusat 2012, terutama pasal 7 ayat 6 dan ayat 6a terkait harga BBM bersubsidi.
"PKS sependapat bahwa rancangan pasal 7 ayat 6 masih tetap dan harga BBM tidak mengalami kenaikan. Sedangkan pada pasal 7 ayat 6a yang berisi kenaikan harga BBM bersubsidi hanya dimungkinkan bila rata-rata kenaikan harga minyak dunia di atas 20 persen dan dihitung rata-rata selama 90 hari dari sekarang, kesimpulannya PKS menolak kenaikan BBM bersubsidi," paparnya.(lin)
Saat telah berada di atas podium, Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim yang ditunjuk sebagai juru bicara fraksi ini langsung berteriak, "Hidup penderitaan rakyat, merdeka!" Sontak teriakan Abdul Hakim ini mengundang tawa dan komentar dari peserta sidang.
"Penderitaan rakyat kok hidup," terdengar teriakan dari salah seorang anggota DPR, saat sidang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Namun, Abdul Hakim bergeming, dia tak perduli suara tawa dan teriakan yang terdengar riuh itu mengomentari dirinya. Dia pun mulai membacakan pandangan fraksi. "FPKS istiqomah dengan sikap, menolak kenaikan harga BBM," ujarnya kemudian.
Seperti disampaikan dalam pidato Presiden PKS pada Musyawarah Kerja Nasional di Medan, PKS bersama rakyat akan membela kepentingan rakyat.
Pihakya tetap mendukung agar tidak ada perubahan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan Belanja Nasional Pusat 2012, terutama pasal 7 ayat 6 dan ayat 6a terkait harga BBM bersubsidi.
"PKS sependapat bahwa rancangan pasal 7 ayat 6 masih tetap dan harga BBM tidak mengalami kenaikan. Sedangkan pada pasal 7 ayat 6a yang berisi kenaikan harga BBM bersubsidi hanya dimungkinkan bila rata-rata kenaikan harga minyak dunia di atas 20 persen dan dihitung rata-rata selama 90 hari dari sekarang, kesimpulannya PKS menolak kenaikan BBM bersubsidi," paparnya.(lin)
()