Demokrat: PKS terapkan politik terzalimi
Senin, 26 Maret 2012 - 17:02 WIB
Demokrat: PKS terapkan politik terzalimi
A
A
A
Sindonews.com - Enam anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) partai politik pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang masih menolak rencana kebijakan Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Namun sikap ini, dipandang hanya ingin sekadar cari popularitas di masyarakat. Tujuan penolakan PKS tersebut, supaya partai itu ditendang dari koalisi dan mendapat simpati dari masyarakat karena merasa terzalimi.
"Kalau PKS kan maunya ditendang, biar dikasihani dan terlihat seperti dizalimi. Kalau aku biarkan saja di dalam koalisi agar kita ternak atau kita sandera," tutur politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Lebih lanjut, dikatakan Ruhut, PKS satu-satunya partai koalisi, tapi bertingkah seperti partai oposisi, pasalnya rakyat tidak bisa dikelabuhi dengan sikap berdiri di atas dua kaki. "Kalau mengenai kelakuan PKS, dia sudah lupa ini negara demokrasi, rakyat sudah cerdas, rakyat tidak mau ada partai yang berdiri di atas dua kaki," ucapnya.
Politik terzalimi yang sedang diterapkan juga dikarenakan, PKS tengah gamang melihat hasil survei yang menempatkan partai berlambang bulan sabit kembar itu berada di bawah Partai Gerindra. "Kalau dia (PKS) siap, keluar saja. Kan PKS partai gertak sambal. Posisi PKS dari hasil survei sudah di bawah Gerindra, mereka panik," tukas anggota Komisi III DPR ini.
Namun sikap ini, dipandang hanya ingin sekadar cari popularitas di masyarakat. Tujuan penolakan PKS tersebut, supaya partai itu ditendang dari koalisi dan mendapat simpati dari masyarakat karena merasa terzalimi.
"Kalau PKS kan maunya ditendang, biar dikasihani dan terlihat seperti dizalimi. Kalau aku biarkan saja di dalam koalisi agar kita ternak atau kita sandera," tutur politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).
Lebih lanjut, dikatakan Ruhut, PKS satu-satunya partai koalisi, tapi bertingkah seperti partai oposisi, pasalnya rakyat tidak bisa dikelabuhi dengan sikap berdiri di atas dua kaki. "Kalau mengenai kelakuan PKS, dia sudah lupa ini negara demokrasi, rakyat sudah cerdas, rakyat tidak mau ada partai yang berdiri di atas dua kaki," ucapnya.
Politik terzalimi yang sedang diterapkan juga dikarenakan, PKS tengah gamang melihat hasil survei yang menempatkan partai berlambang bulan sabit kembar itu berada di bawah Partai Gerindra. "Kalau dia (PKS) siap, keluar saja. Kan PKS partai gertak sambal. Posisi PKS dari hasil survei sudah di bawah Gerindra, mereka panik," tukas anggota Komisi III DPR ini.
()