Jangan, takuti pengunjukrasa dengan kekuatan TNI
Minggu, 25 Maret 2012 - 10:35 WIB
Jangan, takuti pengunjukrasa dengan kekuatan TNI
A
A
A
Sindonews.com - Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi protes kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bisa berdampak buruk.
Bukannya, semakin menyelesaikan persoalan, justru sebaliknya, protes tersebut akan semakin meningkat. "Dengan menurunkan pasukan TNI ke jalan, pemerintah sama sekali tidak menjawab atau merespons aspirasi rakyat," tutur Bambang dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Minggu (25/3/2012).
Dia mengatakan, membubarkan aksi unjuk rasa bukan salah satu cara untuk meredam amarah rakyat akibat rencana menaikan BBM. Presiden atau menteri terkait sebaiknya memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan cara berdialog.
"Kalau pemerintah tetap pada pendiriannya, pemerintah harus berani berkomunikasi dan berdialog dengan semua elemen masyarakat, menjelaskan alasan-alasan strategis yang melatarbelakangi rencana kebijakan menaikan harga BBM itu,"ucapnya.
Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, menurunkan pasukan TNI bukanlah jawaban yang diinginkan massa pengunjuk rasa. Bukannya mereduksi persoalan, massa bisa menuduh pemerintah menakut-nakuti mereka dengan menurunkan pasukan TNI.
"Dengan begitu, inisiatif pemerintah menurunkan pasukan TNI bukan hanya kontraproduktif, melainkan juga memperlihatkan perilaku pemerintah yang begitu amatiran. Bahkan sama sekali tidak bijaksana," tukasnya.
Bukannya, semakin menyelesaikan persoalan, justru sebaliknya, protes tersebut akan semakin meningkat. "Dengan menurunkan pasukan TNI ke jalan, pemerintah sama sekali tidak menjawab atau merespons aspirasi rakyat," tutur Bambang dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Minggu (25/3/2012).
Dia mengatakan, membubarkan aksi unjuk rasa bukan salah satu cara untuk meredam amarah rakyat akibat rencana menaikan BBM. Presiden atau menteri terkait sebaiknya memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan cara berdialog.
"Kalau pemerintah tetap pada pendiriannya, pemerintah harus berani berkomunikasi dan berdialog dengan semua elemen masyarakat, menjelaskan alasan-alasan strategis yang melatarbelakangi rencana kebijakan menaikan harga BBM itu,"ucapnya.
Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, menurunkan pasukan TNI bukanlah jawaban yang diinginkan massa pengunjuk rasa. Bukannya mereduksi persoalan, massa bisa menuduh pemerintah menakut-nakuti mereka dengan menurunkan pasukan TNI.
"Dengan begitu, inisiatif pemerintah menurunkan pasukan TNI bukan hanya kontraproduktif, melainkan juga memperlihatkan perilaku pemerintah yang begitu amatiran. Bahkan sama sekali tidak bijaksana," tukasnya.
()