PPATK curigai 12 transaksi Jaksa eselon IV

Kamis, 22 Maret 2012 - 17:16 WIB
PPATK curigai 12 transaksi...
PPATK curigai 12 transaksi Jaksa eselon IV
A A A
Sindonews.com - Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf menyatakan berdasarkan Laporan Hasil Analisa (LHA) rekening gendut Jaksa, umumnya adalah berasal dari kalangan eselon IV.

"Sekarang rata-rata eselon IV, ada yang tidak punya eselon, ada yang mantan," ungkap Yusuf di Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (22/3/2012).

Ketika ditanyakan apakah ada jaksa yang berasal dari eselon I, Yusuf membantahnya. "Ngga ada, (Rekening gendut) tidak besar, saya katakan tidak besar dibanding yang kita laporkan dari instansi lain," lanjutnya.

Berdasarkan LHA terkait rekening gendut Jaksa, sejak 2008 sampai 2011 memang ada tapi sekali lagi, dia menegaskan, jumlahnya tidak besar. "Ada ke kejaksaan ada juga yang ke kepolisian. Tapi jumlahnya kecil, dari 2008 sampai 2011," jelasnya.

Diakuinya, ada 12 transaksi jaksa yang dicurigainya dan 3 orang sudah pensiun. "Itu sekarang 3 sudah pensiun. Bukan 9 Jaksa loh. 12 transaksi tidak mewakili jumlahnya. Seperti Urip itu ada 3 transaksinya. Itu termasuk yang dilaporkan," paparnya.

"Itu dia jadi kompilasi 12 transaksi itu termasuk dia, termasuk yang sudah pensiun. Saat ini Sekitar 5 atau 4 orang (jaksa)," lanjutnya. (wbs)
()
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
12 Negara yang Menolak...
12 Negara yang Menolak Ide Relokasi Warga Gaza oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved